Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Atmosfer GBT Tingkatkan Mental Pemain

Editor Content • Selasa, 19 Juli 2022 | 19:29 WIB
SERU: Laga persahabatan Persebaya Surabaya menghadapi PSIM Jogja di di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (17/7).(DOKUMEN PSIM JOGJA)
SERU: Laga persahabatan Persebaya Surabaya menghadapi PSIM Jogja di di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (17/7).(DOKUMEN PSIM JOGJA)
 

RADAR JOGJA - Skuad Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja akan diliburkan sesaat usai melakoni laga persahabatan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (17/7). Dalam laga sekaligus launching tim Persebaya Surabaya itu, PSIM Jogja kalah 0-1.”Ya, sekembalinya ke Jogja kami memberi libur antara satu sampai dua hari. Setelah itu lanjut latihan lagi,” jelas Manajer PSIM Jogja Farabi Firdausy saat dihubungi Radar Jogja, kemarin (18/7).

Ya, skuad PSIM Jogja akan kembali fokus menyiapkan diri jelang berlaga di Liga 2. Kapten tim PSIM Jogja Jodi Kustiawan mengungkapkan, seluruh pemain PSIM mendapatkan pelajaran yang berharga di laga tersebut. Ia menyebut bahwa atmosfer pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo sangat luar biasa. Pengalaman tersebut sangat baik untuk meningkatkan mental pemain. Jodi pun yakin jika atmosfer serupa juga akan tersaji ketika PSIM mengarungi Liga 2 2022.

Menurutnya, para pemain PSIM Jogja sangat beruntung mendapat kesempatan bermain di Gelora Bung Tomo dengan kehadiran puluhan ribu suporter. Atmosfer seperti di GBT ke depan akan mereka dapatkan saat melakoni laga tandang. Mereka mendapatkan tekanan dari tuan rumah. Pemain 30 tahun itu menyebut, ini sangat penting bagi pemain ke depan. “Semoga semakin memotivasi kami agar lebih baik lagi dan siap untuk berlaga di Liga 2,” tegasnya.

Meski mengalami kekalahan, pelatih PSIM Jogja Imran Nahumarury mengatakan anak asuhnya mendapatkan pengalaman berharga dari laga uji tanding tersebut. Secara hasil timnya kalah. Tapi baginya yang paling penting adalah bagaimana pelajaran yang sangat berharga untuk mempersiapkan tim ini ke depan.”Tekanan tidak hanya dari suporter tapi bagaimana tekanan dalam permainan,” kata pelatih asal Tulehu, Maluku itu.(cr5/din) Editor : Editor Content
#PSIM Jogja