Ketua Umum NPC DIJ Hariyanto mengatakan, seluruh pelatih tersebut merupakan peserta dari tes calon pelatih yang digelar beberapa waktu lalu. Dari ke-18 pelatih, masih terdapat sejumlah muka lama, tetapi tak sedikit pula wajah baru yang memenuhi daftar pelatih.
Usai terpilih, para pelatih akan diminta untuk berkoordinasi terkait program Pelatda yang sebetulnya sudah berjalan sejak bulan ini. “Setelah ini koordinasi untuk pelaksanaan Pelatda, sebenarnya Mei Pelatda sudah mulai. Tapi segera koordinasi untuk pelatih menyiapkan diri melatih para atlet yang sudah masuk ke list,” katanya.
Lebih lanjut, Hariyanto berujar dari sederet nama yang terpilih, pihaknya masih kekurangan pelatih untuk dua cabor. Yakni tenis kursi roda dan panahan. Hal ini lantaran dari hasil seleksi, pelatih yang masuk kualifikasi tidak terlalu banyak.
Hal senada disampaikan Ketua Biro Pembinaan dan Prestasi NPC DIJ Rumpis Agus Sudarko. Rumpis menuturkan, di kedua cabor tersebut NPC DIJ masih kekurangan sebanyak tiga pelatih. Dengan rincian, satu pelatih di cabor tenis kursi roda dan dua cabor panahan. “Nanti mungkin bagaimana kita, tiga orang ini caranya apakah open atau bagaimana nanti kami sampaikan ke NPC kabupaten dan kota, gimana panahan masih ada dua slot dan tenis kursi roda masih ada satu,” ujarnya.
Rumpis menegaskan, kekurangan pelatih tak lantas mengganggu jalannya Pelatda. Sebab saat ini para atlet yang masuk dalam Pelatda sudah menjalani latihan secara mandiri. "Soal surat keputusan mereka akan segera diterbitkan pada pekan depan. Sehingga mereka bisa segera melatih para atlet," pungkasnya. (ard/din) Editor : Editor Content