Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hidupan Teras Malioboro 1 dengan Aneka Ragam Musik

Administrator • Rabu, 23 Februari 2022 | 23:17 WIB
MUSI: Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar seni pertunjukan musik di Teras Malioboro 1, dua kali dalam sepekan. (DISBUD DIY FOR RADAR JOGJA)
MUSI: Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar seni pertunjukan musik di Teras Malioboro 1, dua kali dalam sepekan. (DISBUD DIY FOR RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar seni pertunjukan musik di Teras Malioboro 1, dua kali dalam sepekan. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan menghidupkan tempat relokasi PKL Malioboro itu kepada masyarakat umum.

Kepada Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat dan Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni, Dinas Kebudayaan DIY Yuliana Eni Lestari Rahayu mengatakan uji coba dilakukan selama dua bulan sebanyak 10 kali pertunjukan di tempat yang berbeda namun masih dalam area Teras Malioboro 1.

"Sampai Maret kami uji coba beberapa venue di Teras (Malioboro, Red) meramaikan suasana di sini," ujar Eni, Selasa (22/2).

Pertunjukan musik dilakukan dengan menghindari waktu akhir pekan karena dinilai sudah ramai. Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan (prokes) harus tetap dipatuhi.  "Prokes tetap diutamakan makanya melihat waktu yang tidak terlalu ramai ya. Kami nderek dawuh saja,'' imbuhnya.

Eni menyebut untuk para penampil dipilih dengan seksama dan  sudah dikenal masyarakat. Itu dilakukan demi menarik penonton. Adapun jenis musik yang disuguhkan beragam. Mulai dari genre keroncong, etnic, campur sari hingga semi dangdut.

"Kami pilih penampil yang sudah punya nama di Jogja. Sekarang himpunan musik kelompok keroncong yang kemarin sudah kami bantu alat musiknya," jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menambahkan,  kegiatan kesenian di Teras Malioboro 1 dan 2 merupakan salah satu upaya Pemda DIY mengenalkan tempat relokasi PKL Malioboro.

Menurut dia relokasi PKL Malioboro bukan sekadar memindahkan. Namun ada upaya menghidupkan sehingga kekhawatiran PKL saat direlokasi dapat terjawab. “Dulu mereka merasa ada kegamangan (dan ketakutan, Red) tidak ada pengunjung di lokasi baru," ujarnya.

Di tempat sama, Paniradya Pati DIJ Aris Eko Nugroho menambahkan, kegiatan kesenian di tengah pandemi Covid-19 harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian.  Dia berharap kegiatan kebudayaan dan ekonomi tetap berjalan dengan tetap mengindahkan kondisi kesehatan. Penerapan prokes harus dijalankan bersama oleh pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.

“Semua saling mendukung,” kata Aris. Dia ingin mereka yang berjualan dan pengunjung saling mengingatkan soal penerapan prokes. Dengan demikian, segala kekhawatiran menyangkut penularan Covid-19 tidak terjadi. “Syaratnya semua harus patuh dan disiplin,” kata mantan kepala Dinas Kebudayaan DIY ini. (sce/cr4/kus) Editor : Administrator
#teras malioboro #Disbud DIY #Dinas Kebudayaan DIY