Kepada Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat dan Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni, Dinas Kebudayaan DIY Yuliana Eni Lestari Rahayu mengatakan uji coba dilakukan selama dua bulan sebanyak 10 kali pertunjukan di tempat yang berbeda namun masih dalam area Teras Malioboro 1.
"Sampai Maret kami uji coba beberapa venue di Teras (Malioboro, Red) meramaikan suasana di sini," ujar Eni, Selasa (22/2).
Pertunjukan musik dilakukan dengan menghindari waktu akhir pekan karena dinilai sudah ramai. Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan (prokes) harus tetap dipatuhi. "Prokes tetap diutamakan makanya melihat waktu yang tidak terlalu ramai ya. Kami nderek dawuh saja,'' imbuhnya.
Eni menyebut untuk para penampil dipilih dengan seksama dan sudah dikenal masyarakat. Itu dilakukan demi menarik penonton. Adapun jenis musik yang disuguhkan beragam. Mulai dari genre keroncong, etnic, campur sari hingga semi dangdut.
"Kami pilih penampil yang sudah punya nama di Jogja. Sekarang himpunan musik kelompok keroncong yang kemarin sudah kami bantu alat musiknya," jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menambahkan, kegiatan kesenian di Teras Malioboro 1 dan 2 merupakan salah satu upaya Pemda DIY mengenalkan tempat relokasi PKL Malioboro.
Menurut dia relokasi PKL Malioboro bukan sekadar memindahkan. Namun ada upaya menghidupkan sehingga kekhawatiran PKL saat direlokasi dapat terjawab. “Dulu mereka merasa ada kegamangan (dan ketakutan, Red) tidak ada pengunjung di lokasi baru," ujarnya.
Di tempat sama, Paniradya Pati DIJ Aris Eko Nugroho menambahkan, kegiatan kesenian di tengah pandemi Covid-19 harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian. Dia berharap kegiatan kebudayaan dan ekonomi tetap berjalan dengan tetap mengindahkan kondisi kesehatan. Penerapan prokes harus dijalankan bersama oleh pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.
“Semua saling mendukung,” kata Aris. Dia ingin mereka yang berjualan dan pengunjung saling mengingatkan soal penerapan prokes. Dengan demikian, segala kekhawatiran menyangkut penularan Covid-19 tidak terjadi. “Syaratnya semua harus patuh dan disiplin,” kata mantan kepala Dinas Kebudayaan DIY ini. (sce/cr4/kus) Editor : Administrator