Meski bursa transfer baru dibuka per hari ini, rupanya klub berjuluk Super Elang Jawa itu sudah bergerak cepat berburu pemain incaran. Bahkan, manajemem PSS mengklaim telah mendapatkan enam pemain anyar. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PSS Andy Wardhana saat acara PSS Menjawab secara virtual Senin malam (13/12). "Jelang putaran 2 Liga 1 setidaknya kami sudah deal untuk enam pemain baru dan mungkin akan bertambah lagi beberapa," kata Andy.
Sejatinya, mendatangkan pemain baru menjadi solusi tepat bagi PSS bersaing di putaran 2 nanti. Apalagi, sepanjang putaran pertama lalu Super Elja mendapatkan hasil kurang memuaskan. Dari 17 laga, mereka hanya mampu meraih lima kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan. Hasil tersebut menempatkan tim kebanggaan wong Sleman itu berada di posisi 10 klasemen sementara dengan koleksi 21 poin.
Soal hasil yang didapat, Andy menjelaskan ada sejumlah faktor yang memengaruhi capaian Super Elja pada paruh pertama kompetisi. "Kondisi PSS saat ini, pertama menurut Coach Dejan pemain yang ada di PSS bukan 100 persen pilihan dia. Kedua, PSS memang krisis pemain karena ada beberapa pemain yang cedera dan ada yang masuk ke timnas," ujar Andy.
Selain itu, lanjutnya, komposisi pemain juga disebut tidak ideal untuk tim sepak bola. Sebab, ada beberapa posisi yang jumlah pemainnya banyak, tapi ada juga posisi yang kurang. Alias tidak merata. "Jadi dari hal-hal tersebut menjadi salah satu fakfor kenapa hasil yang dicapai kurang baik. Kami sudah lakukan kajian teknis dalam waktu dekat akan selesai," papar pria 50 tahun itu.
Hasil itu pula yang membikin suporter PSS mendesak manajemen segera memecat pelatih kepala Dejan Antonic. Hanya, perihal tuntutan tersebut, Andy berujar bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan problem satu per satu. Manajemen tidak ingin gegabah. "Kami sedang mempertimbangkan aspek legalnya Coach Dejan dan asistennya. Dari sisi legal ada kontrak yang ada pada kita di kantor PSS. Tapi katanya ada juga kontrak lain yang tidak ada di kantor PSS. Itu yang sedang kami selesaikan," bebernya.
Sementara penasihat PSS Sleman Sismantoro menambahkan, sebelum menentukan nasib sang pelatih, manajemen PSS harus betul-betul mencermati perjanjian kontrak durasi dua tahun pelatih asal Sebia itu. "Kami perlu berhati-hati. Kami akan tetap ingatkan seperti teman-teman Sleman fans bahwa terkait Dejan menjadi perhatian utama," ucap pria yang sempat menjabat manajer PSS beberapa musim lalu itu.
Di sisi lain, sebelumnya Andy menuturkan bahwa manajemen Super Elja akan mempertahankan sekitar 60 persen pemain yang kontraknya habis pada Desember ini. Selain mengisyaratkan perombakan skuad, manajemen PSS juga tengah fokus memperkuat football department. "Jadi akan ada football director, sementara kami minta Yeyen Tumena (Head of Coaching Education PSSI) untuk membantu kami," ujar Andy. Pernyataan Andy itu sekaligus mengakhiri spekulasi yang menyebut bahwa Yeyen diproyeksikan sebagai pengganti Dejan.
Yang pasti, adanya penambahan football department manajemen PSS ingin secara taktikal Super Elja semakin kuat. "Kami mau menyeimbangkan akademi dan first team. Ke depan kami ingin bisa melahirkan pemain asli Sleman untuk masuk di tim utama," harapnya. (ard/din) Editor : Editor Content