Direktur Utama (Dirut) PSS Marco Gracia Paulo mengungkapkan, untuk restart Liga 1, budget yang dipersiapkan mengalami perubahan. Jika awalnya budget yang dipersiapkan untuk mengarungi kompetisi selama 10 bulan, namun kini hanya menjadi enam bulan. "Kurang lebih seperti itu sampai Februari 2021, menjadi sangat terbatas karena Covid-19 ini,” tuturnya, Minggu (16/8).
Seperti diketahui, sesuai SK Nomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa atau extraordinary competition, PSSI menetapkan renegosiasi kontrak berkisar 50 persen bagi setiap kontestan Liga 1. "Mulai pendekatan beregu, ada juga yang individual. Pemain ada juga yang perwakilan dari agen," kata Marco. Bagaimana dengan jajaran pelatih? "Kalau coach Dejan saya cukup optimis lah. Tapi memang tetap harus kami komunikasikan." Imbuhnya.
Kendati begitu, Eks CEO Badak Lampung FC itu menegaskan, pihaknya optimistis dalam mengarungi lanjutan Liga. Meski kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia itu bakal digelar dalam situasi sulit akibat pendemi. “Sementara dibagi lebih banyak dan dalam waktu yang lebih padat, tapi bagaimana itu tetap proporsionalnya ke pemain, pelatih, dan ofisial," bebernya.
Yang menjadi kekhawatirannya, karena Liga digelar tanpa penonton, Super Elja terancam merugi hingga Rp 10 miliar dari pemasukan tiket penonton. "Kami enggak boleh ngeluh, enggak boleh loyo. Mau situasi apapun harus siap, tinggal bagaimana kami mensiasatinya," tegasnya.
Terkait dengan latihan, Marco menjelaskan, sebelum kembali ke Sleman penggawa PSS dijadwalkan menjalani rapid test terlebih dulu di daerah masing-masing. Hal itu dilakukan untuk memastikan Bagus Nirwanto cs terbebas dari paparan Covid-19. "Pada 20-21 (Agustus) pemain sudah mulai berkumpul. Program latihan seperti apa saat ini sedang disusun, jadi sebelum mereka balik semua sudah selesai," ujarnya.
Nah, nantinya Super Elang Jawa -julukan PSS- bakal kembali menggunakan lapangan Yogyakarta International School (YIS) sebagai venue latihan. Untuk itu, manajemen PSS sudah berkomunikasi dengan pengelola YIS beberapa waktu lalu. "Latihan akan dipusatkan di lapangan YIS, karena kan memang tim sebelumnya sering latihan disana," ungkap Direktur Operasional PSS Hempri Suyatna.
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, rencananya latihan akan digelar tertutup. Artinya tertutup bagi suporter maupun awak media. Sampai saat ini sejumlah pemain PSS dari luar daerah sudah berada di Bumi Sembada. Satu di antaranya, Derry Rachman. Serta tiga legiun asing yakni Yevhen Bokhashvili, Zah Rahan Krangar, dan Guilherme Batata yang memang selama pandemi stay di Sleman. (ard/pra) Editor : Editor Content