BACA:
Cholid Wasit Jogja Diinjak Kepalanya
Bahkan, saat dihubungi via WhatsApp, wasit yang sehari-hari juga berprofesi sebagai guru di SMP Muhammadyah 7 Kota Jogja ini mengaku, tak mengalami luka berarti. "Ini langsung mengajar (Senin, 28/11)," ujar Cholid.
Cholid menegaskan, dirinya menganggap penganiyaan di dalam lapangan sebagai resiko. Terutama di Indonesia, yang memang pemainnya masih belum benar-benar memahami posisi wasit. "Yang penting pertandingan telah berjalan lancar. Meski ada insiden di lapangan," tegasnya. (eri/dem) Editor : Editor News