Dalam laga tersebut, Jaya memang menepati janjinya dengan memberikan kesempatan kepada tim pelapis untuk menjadi starter. Di posisi penjaga gawang Jaya mempercayakan pada kiper berkepala plontos Herman Batak. Sedangkan kuartet bek diisi oleh Edo Pratama, Hery Prasetyo, Taji Prasetyo dan Aditya Wahyudi.
Sementara itu nama-nama Tomy Pranata, Nanang Kurniawan, Gangga Murdana, dan Johan Arga dipercaya untuk menjaga barisan tengah PSS. Sedangkan posisi penyerang, striker gaek PSS Wawan Widiantoro dipercaya menjadi tandem dari striker Diego Banowo.
Meski secara level kompetisi di bawah PSS, skuat Persikama tampil cukup superior di babak pertama. Setelah lima menit wasit meniupkan peluit dimulainya pertandingan, Batak harus memungut bola dari gawangnya berkat gol yang diciptakan penyerang Persikama, Anwar Rohman.
Berkali-kali pemain PSS membangun serangan, berkali-kali pula harus kandas dibarisan pemain belakang Persikama yang dikomandoi Pulsan Ateng. Bahkan, dimenit ke-26, Jaya harus merombak lini tengah dengan memasukan pemain sayap Voller Ortega dan Dicky Prayoga menggantikan Johan Arga dan Nang Kurniawan.
Benar saja, perombakan di lini tengah membawa angin segar bagi PSS. Hasilnya, dimenit ke -35 umpat tarik Taji berhasil dikonversi oleh Wawan melalui gol salto. Skor 1-1 bertahan hingga turun minim.
Di babak kedua, meski PSS Sleman banyak menekan, namun gol yang diharapkan tak kunjung datang. Gawang PSS Sleman justru kembali kebobolang menit ke-59 melalui kaki Anwar.
Tak mau dipermalukan, Jaya melakukan perombakan total pada timnya. Namun sayang, serangan-serangan yang dikreasikan oleh dua sayap PSS belum juga bisa menghasilkan gol.
Beruntung bagi PSS Sleman, dipenghujung laga injury time, striker gaek Wawan berhasil menyelamatkan skuat PSS dari kekalahan. Skor seri tentunya menyelamatkan muka PSS Sleman karena lawan yang dihadapi secara level di bawah PSS.
Jaya mengakui permainan PSS tidak sesuai seperti apa yang diharapakan. Dia menduga, nasib klub yang akan dibubarkan menjadi penyebab hilangnya konsentrasi pemain. "Mereka bermain sudah tidak konsentrasi. Mungkin sudah mengetahui klub akan dibubarkan sehingga mainnya setengah hati," katanya.
Ya, laga melawan Persikama menjadi laga uji coba terakhir bagi skuat PSS Sleman. Akibat PSSI menghentikan Liga Indonesia, klub tidak bisa lagi menggelar pertandingan. (bhn/din/ong) Editor : Administrator