Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Oyedepo Tak Main di Laga Pamungkas

Editor News • Kamis, 4 September 2014 | 16:19 WIB
BANTUL - Lini belakang Persiba Bantul dipastikan tidak komplet pada laga terakhir Indonesian Super Leagu (ISL) 2014 kontra Persiba Balikpapan di Stadion Sultan Agung (SSA) Jumat (5/9). Salah satu pilar Persiba George Oyedepo memastikan tidak akan turun pada pertandingan tersebut.Seperti yang dikatakan pelatih Sajuri Said beberapa waktu lalu, kedatangan Oyedepo dan beberapa pemain lainnya bisa jadi karena gaji yang tidak kunjung dibayar. Ternyata, untuk Oyedepo dugaan Sajuri terbukti benar. Saat ditemui di tribun VIP Maguwoharjo International Stadium (MIS) pada laga 16 besar Divisi Utama 2014 antara PSS Sleman v Persewangi Banyuwangi Oyedepo membenarkan kalau dirinya sudah tidak kerasan di Persiba karena gajinya ditunggak berbulan-bulan.
Mantan kapten Persepar Palangkaraya ini mengaku dirinya tidak akan turun pada laga menghadapi Persiba Balikpapan. Kecuali jika manajemen Persiba memiliki iktikad baik memberikan seluruh hak-haknya. "Intinya kalau gaji saya tidak dibayar ya nggak mau saya main lawan Persiba Balikpapan. Itu sudah menjadi keputusan yang tidak dapat diganggu gugat," jelas pria berpasport Nigeria ini.Sejak bergabung dengan Persiba Mei lalu, Oyedepo belum menerima gaji sepeser pun dari manajemen Persiba. Katanya, dia manajemen Persiba sempat berjanji untuk membayarkan hak pemain termasuk dirinya. Namun ternyata saat ini manajemen Persiba justru terkesan tak mau peduli. Malah belakangan Bagus Nur Edy Wijaya dkk selaku manajemen tidak pernah mendampingi para pemain saat berlatih maupun bertanding.
Oyedepo juga bercerita soal perlakuan yang diterima di Persiba. Saat hari Raya Idul Fitri, Oyedepo sempat diberikan uang sebesar 20 persen dari gajinya. Kata Oyedepo awalnya, uang tersebut hanya sekadar sangu liburan. Tetapi belakangan manajemen Persiba malah mengklaim itu adalah cicilan dari gajinya."Nah ini dia yang aneh. Saya mendapat uang yang awalnya cuma bekal liburan. Tapi kok bisa-bisanya manajemen Persiba mengatakan itu adalah gaji. Inilah yang membuat saya tidak sreg dengan Persiba," paparnya.Pelatih Persiba Sajuri Said kembali mengatakan dirinya tidak ingin ikut campur soal keputusan pemain. Guru SMAN 1 Pajangan, Bantul ini mempersilahkan jika ada anak asuhnya yang ingin mengakhiri kompetisi lebih awal.
Secara jujur sosok yang membawa Persiba menjuarai Divisi Utama 2010/2011 tersebut ingin Persiba membuat sebuah perpisahan manis dengan ISL. Dengan kata lain Sajuri ingin merengkuh tiga angka kala menjamu Tim Beruang Madu-julukan Persiba Balikpapan.Tetapi melihat kondisi internal tim seperti ini Sajuri mengaku pesimistis Laskar Sultan Agung dapat memberikan perlawanan. "Saya sih maunya menang di laga terakhir untuk memberi hiburan pada masyarakat Bantul. Namun melihat kondisi internal yang semakin parah, sulit rasanya Persiba mampu meraih hasil positif," jelasnya. (nes/din) Editor : Editor News