Identitas Empat Korban Kecelakaan Suporter PSS Sleman di Tol Madiun Terungkap

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:16 WIB
Suasana duka menyelimuti PSS Sleman usai empat pendukungnya meninggal dunia dalam kecelakaan di Tol Madiun, Minggu (18 Oktober 2026). (AI Image Generator)
Suasana duka menyelimuti PSS Sleman usai empat pendukungnya meninggal dunia dalam kecelakaan di Tol Madiun, Minggu (18 Oktober 2026). (AI Image Generator)

SARADAN, MADIUN - Hari Minggu 18 Oktober 2026 terasa kelabu bagi keluarga besar PSS Sleman.

Rombongan suporter yang berangkat dari Sleman menuju Surabaya mengalami musibah. Mereka ingin mendukung Super Elang Jawa menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Kecelakaan terjadi di Tol Ngawi-Kertosono KM 616, wilayah Saradan, Kabupaten Madiun. Minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton.

Empat orang meninggal dunia. Satu jiwa gugur di lokasi kejadian. Tiga lainnya mengembuskan napas terakhir saat perawatan di RSUD Caruban.

Beberapa korban lainnya mengalami luka. Mereka masih menjalani perawatan. Polisi terus melakukan olah TKP dan investigasi.

Tiga korban telah teridentifikasi. Mereka adalah warga Kabupaten Sleman. Fakhri Maulana Al Zaki berusia 21 tahun dari Mlati. Iyan Fathur Ar Rizaq baru 15 tahun dari Tlogoadi. Novandia Dwi Adi Prakosya 19 tahun dari Gamping. Satu korban meninggal lainnya, Rio Rahman Sahid. 

Brigata Curva Sud menyampaikan duka yang sangat mendalam. Mereka turut berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa khusnul khotimah dipanjatkan untuk para korban.

Sebagai bentuk penghormatan, BCS memutuskan untuk tetap masuk stadion. Namun tanpa perayaan. Tanpa miniflag. Tanpa nyanyian. Mereka ingin menjaga sikap dan menunjukkan empati.

Di Stadion Gelora Bung Tomo, laga dibuka dengan mengheningkan cipta. Para pemain kedua tim menundukkan kepala. Suporter banyak yang mengenakan pakaian hitam.

Kabar duka ini cepat menyebar di kalangan fans. Banyak yang mengunggah ucapan belasungkawa. Mereka mengajak satu sama lain untuk mendoakan.

Perjalanan mendukung tim kesayangan seharusnya penuh semangat. Kini berubah menjadi tirai duka. Sepak bola kehilangan empat pendukung setianya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Semoga para korban diterima di sisi-Nya. Al-Fatihah. Duka ini milik kita bersama.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Kecelakaan Tol Madiun Persebaya vs PSS brigata curva sud PSS Sleman suporter tewas