PSIM Jogja Telan Kekalahan Kelima Beruntun, Gol Moussa Sidibe Hukum Laskar Mataram

JOGJA - PSIM Jogja kembali gagal meraih hasil positif dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa (20/10) malam, Laskar Mataram takluk dengan skor tipis 0-1.
Gol tunggal Moussa Sidibe pada menit ke-58 menjadi pembeda dalam pertandingan pekan keenam tersebut. PSIM harus menghadapi situasi sulit setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-25 menyusul kartu merah yang diterima Ze Valente.
Pertandingan ini juga menjadi ujian pertama bagi PSIM setelah manajemen mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean Paul Van Gastel pada pekan lalu. Tim berjuluk Laskar Mataram itu kini ditangani Caretaker Pelatih Guntur Cahyo Utomo, yang sebelumnya bertugas sebagai asisten pelatih.
Pada awal pertandingan, kedua tim bermain dengan tempo sedang. Sepuluh menit pertama berlangsung relatif hati-hati, dengan Bhayangkara FC dan PSIM berusaha membangun serangan sekaligus mencari celah di pertahanan lawan.
Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas pertandingan meningkat. Sejumlah pelanggaran terjadi dan wasit Agung Setiyawan mulai mengeluarkan kartu kuning untuk meredam permainan yang semakin ketat.
Baca Juga: Meski Belum Optimal, Adrian Purczycki Nilai Permainan PSIM Jogja Berada di Jalur yang Benar
Situasi PSIM semakin sulit pada menit ke-25. Ze Valente diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Bhayangkara FC Wahyu Subo Seto. Keputusan tersebut memaksa PSIM melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain saat waktu normal babak pertama masih menyisakan sekitar 20 menit.
Kehilangan satu pemain membuat PSIM mengubah pendekatan permainan. Laskar Mataram lebih banyak bertahan dengan garis pertahanan yang rendah untuk membatasi ruang gerak pemain tuan rumah. Sementara itu, Bhayangkara FC semakin leluasa menguasai bola dan membangun serangan.
Meski unggul jumlah pemain, Bhayangkara FC belum mampu memaksimalkan dominasi tersebut menjadi gol. Pertahanan PSIM masih cukup solid dalam menghalau sejumlah upaya serangan tuan rumah. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, pola pertandingan tidak banyak berubah. Bhayangkara FC tetap mengendalikan penguasaan bola dan terus menekan pertahanan PSIM. Sebaliknya, tim tamu sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui skema serangan balik cepat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




