Hadapi Tantangan Hiburan Digital, Kota Jogja Dorong Transformasi Perpustakaan Ramah Anak

Magang Radar Jogja • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 01:23 WIB
Festival Literasi dan Arsip 2026 Kota Jogja Resmi Dibuka
Festival Literasi dan Arsip 2026 Kota Jogja Resmi Dibuka

 

 

YOGYAKARTA – Bunda Literasi Kota Yogyakarta, Siti Hafshah, mendorong penguatan kolaborasi antara orang tua, guru, pustakawan, dan masyarakat untuk mengubah cara pandang anak terhadap perpustakaan.

Menurutnya, di tengah gempuran hiburan digital, perpustakaan dituntut tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan ruang interaktif yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Literasi dan Arsip Spesial HUT Ke-270 Kota Yogyakarta di Perpustakaan Kota Yogyakarta, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Klaim Tak Pakaikan Baju Anak karena Antre Mandi, Penyidik Polresta Jadi Saksi Sidang Little Aresha

Mengajak anak ke perpustakaan di era modern menjadi tantangan tersendiri, sehingga inovasi dalam memberikan pengalaman belajar yang menggembirakan sangat dibutuhkan agar anak tidak merasa bosan.

Rangkaian Festival Literasi dan Arsip yang berlangsung pada 14–16 September 2026 tersebut dirancang untuk mendekatkan dunia literasi kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih segar.

Pada hari pertama, puluhan siswa sekolah dasar berpartisipasi dalam Parade Dongeng, yang diselingi dengan berbagai agenda seperti Puskot Cinema, lokakarya content creator, Pameran Lapak Literasi, Pameran Buku, hingga Pameran Arsip "Jogja Masa Lalu".

Baca Juga: Khawatir Pengaruhi Saksi, Korban Pemerkosaan di Ponpes Sleman Desak Penangkapan Tersangka

Selain hiburan dan pameran, festival yang mengusung tema “Perpustakaan untuk Semua: Menjelajah Pengetahuan, Mewujudkan Masa Depan” ini juga menggelar adu gagasan.

Pustakawan SD Tumbuh, Cintantyo Yosi Putri, menekankan krusialnya kolaborasi antara guru dan pustakawan untuk menghidupkan ekosistem pembelajaran yang interaktif di lingkungan sekolah.

Ragam kegiatan interaktif ini menegaskan bahwa literasi kini dapat diakses melalui media audiovisual, seni bercerita, maupun dokumen sejarah. Langkah transformasi ini diharapkan tidak hanya mampu menarik minat kunjungan awal anak-anak, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin kembali dan belajar secara berkelanjutan di perpustakaan.

Rantika Putriyani 

Editor : Heru Pratomo
festival literasi dan arsip Kota Jogja perpustakaan ramah anak HUT ke-270 Yogyakarta Bunda Literasi