Banyak Dinamika, Pemkot Jogja Tak Patok Target Malioboro Full Pedestrian di Tahun Ini 

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:48 WIB
ILUSTRASI: Pengendara sedang melewati Jalan Malioboro. Penerapan full pedestrian Malioboro dilakukan November mendatang. Cintia Yuliani/Radar Jogja 
ILUSTRASI: Pengendara sedang melewati Jalan Malioboro. Penerapan full pedestrian Malioboro dilakukan November mendatang. Cintia Yuliani/Radar Jogja 

 JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menegaskan tidak terburu-buru menetapkan kawasan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian tahun ini. Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih fokus menyelesaikan seluruh masalah sebelum mengeksekusi.

“Kalau kami tidak mematok target tanggal pasti, misal November. Bagi saya, pengkondisiannya itu betul-betul setelah tersolusi. Ada jalan solusinya, baru kita eksekusi," ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota, Senin (7/9/2026).

Mantan Bupati Kulon Progo itu mengungkapkan, masih menemukan sejumlah masalah saat uji coba Malioboro sebagai kawasan bebas kendaraan. Misalnya saat portal regol ayom ditutup, namun justru menyulitkan pejalan kaki lansia difabel untuk masuk ke kawasan Malioboro.

Terkait hal itu, Hasto menegaskan bahwa pemkot sudah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY agar penutupan portal tidak bersifat kaku. Sehingga tetap bisa mengakomodasi warga atau wisatawan yang akan masuk kawasan Malioboro.

Untuk diketahui, Dishub DIY memasang portal regol ayom pada 13 ruas jalan. Pada sisi barat meliputi Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Sosrowijayan, Jalan Dagen, Jalan Sosromenduran, Jalan Pajeksan, Jalan Beskalan, dan Jalan Reksobayan.

Baca Juga: Arsenal Tak Berniat Lepas Viktor Gyokeres pada Januari, Kecuali Dapat Pengganti Kelas Dunia

Sementara pada sisi timur meliputi Jalan Perwakilan, Jalan Sosrokusuman, Jalan Suryatmajan, Jalan Ketandan Kulon, Jalan Remujung, dan Jalan Pabringan.

Hasto mengaku juga mengusulkan agar penempatan portal regol ayom bisa lebih maju menjorok ke tepi jalan Malioboro. Supaya area selasar dapat digunakan untuk putar balik kendaraan yang tidak bisa masuk ke kawasan pedestrian.

Pemkot Jogja diketahui telah melakukan uji coba perubahan arus dari Jalan Beskalan menuju Jalan Ketandan. Ruas ini dipilih karena dinilai memiliki ruang yang cukup bagi kendaraan untuk melakukan manuver.

"Kenapa Beskalan ke Ketandan yang kita uji coba? Karena di situ kalau ditutup masih tetap ada ruang untuk exit, untuk berputar kendaraan bisa, ke parkiran juga bisa," terangnya.

Baca Juga: Liverpool Bisa Menyesal Gagal Cari Pengganti Mohamed Salah, Transfer Semenyo Jadi Sorotan

Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi operasional portal regol ayom pasca ada keluhan masyarakat. Salah satunya dengan menyiagakan petugas agar dapat membuka portal ketika ada pejalan kaki yang ingin melintas.

“Keberadaan petugas di titik regol ayam menjadi penting dalam penerapannya,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah provinsi (Pemprov) DIY menargetkan kawasan Malioboro menerapkan full pedestrian pada bulan November tahun ini. Salah satu tahapannya adalah dengan memasang portal regol ayom untuk membatasi kendaraan bermotor masuk. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
full pedestrian Persiapan target Pemkot Jogja Malioboro