JOGJA - Polresta Jogja dipastikan membatasi agenda bersepeda Jogja Last Friday Ride (JLFR) di kawasan Malioboro. Hal tersebut diklaim aparat sebagai langkah menjaga citra kota pariwisata. Perbincangan publik terkait aturan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Kasatlantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat menyatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/6) saat JLFR ke-194. Tindakan penolakan itu sebagai langkah kepolisian untuk meminimalisasi konflik di kawasan Malioboro saat masa libur sekolah yang cukup ramai wisatawan.
“Karena beberapa waktu terakhir sering mendapat keluhan dari masyarakat hingga wisatawan,” ujar Alvian kepada Radar Jogja melalui sambungan telepon, Selasa (30/6).
Baca Juga: Alwi Fadilah Dirumorkan Merapat ke PSIM Jogja, Gantikan Posisi Reva Adi yang Berlabuh ke Bali United
Terkait dengan narasi represifitas aparat dalam video yang beredar, Alvian menampik hal tersebut. Menurutnya para petugas di lapangan sudah melakukan pendekatan komunikatif dengan pesepeda.
Menurut dia, dari dulu itu JLFR sebenarnya tidak ada masalah masuk ke Malioboro. “Tapi puncaknya pada saat yang ke-184 atau ke-185 yang hampir 5.000 sampai 7.000-an itu ternyata menyebabkan banyak keluhan dari masyarakat,” tuturnya.
Alasan lainnya, Malioboro adalah panggung bagi citra Kota Jogja. Perilaku negatif seperti berteriak-teriak, berkata kotor, atau bersikap tidak sopan kepada wisatawan yang dilakukan peserta JLFR dapat merugikan ekosistem pariwisata lokal.
“Selama belum mau untuk berkolaborasi, diatur dengan baik, ya berarti kita lebih baik menghindari risiko (melarang JLFR di Malioboro),” tegas Alvian.
Meski membatasi kegiatan JLFR di Malioboro, perwira polisi dengan tiga balok emas di pundak itu mengklaim sudah menjalin komunikasi dengan komunitas JLFR. Namun dia menyayangkan belum adanya respon positif atau komitmen dari komunitas JLFR untuk mengatur kegiatan tersebut secara lebih terstruktur.
Radar Jogja telah berupaya menghubungi perwakilan komunitas JLFR bernama Willy melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditulis yang bersangkutan belum memberikan tanggapan pasti.
“Sebentar ya mas. Ini masih ada rembukan dengan penggiat sepeda yang lain. Saya bisa bantu memberikan statement atas kejadian kemarin,” tulis Willy dalam pesannya. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo