JOGJA - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Jogja telah bergulir. Sebagai salah satu sekolah favorit di Kota Pelajar, SMA Teladan ini memastikan seluruh proses pelayanan akan berjalan lebih adil dan transparan berkat adanya pembaruan sistem dari tahun sebelumnya.
Ketua SPMB SMAN 1 Jogja Kusyanto mengatakan, untuk tahun ini pihak sekolah sepenuhnya bergerak sebagai unit pelaksana teknis di lapangan. Seluruh prosesnya mengacu dari petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
"Jadi, kami selalu berpedoman ke sana (Disdikpora DIY). Itu sebagai kitab kami untuk melaksanakan SPMB dari berbagai macam jalur," ucap pria yang juga menjabat wakil kepala sekolah (Waka) Kesiswaan SMAN 1 Jogja itu kepada Radar Jogja, Jumat (19/6).
Baca Juga: 49 Kepala Sekolah Baru Dilantik, Puluhan Jabatan Kepsek di Gunungkidul Masih Kosong
Kusyanto menjelaskan, pada kesempatan kali ini pihak sekolah telah mencatat sebanyak sembilan calon siswa yang berkasnya telah dinyatakan lolos verifikasi melalui jalur zonasi radius. Jalur ini menjadi satu-satunya jalur seleksi yang murni tidak menggunakan nilai gabungan sebagai indikator utama, melainkan jarak lurus domisili rumah ke sekolah. "Siapa yang paling dekat, itu yang mereka bisa masuk di SMA 1 Jogja," ungkapnya.
Meski begitu, lanjut Kusyanto, sembilan calon siswa yang sudah terverifikasi di jalur radius itu nantinya tetap diwajibkan untuk melakukan proses pendaftaran ulang kembali ke dalam sistem pada 24-25 Juni bersamaan dengan jalur zonasi wilayah.
Disinggung mengenai kesiapan jalur umum lainnya, Kusyanto menjelaskan ada perubahan nomenklatur istilah dalam aturan tahun ini. Istilah zonasi kini lebih akrab disebut dengan sistem rayon.
Bagi calon siswa yang membidik SMAN 1 Jogja melalui jalur domisili wilayah, persaingan ketat dipastikan bakal terjadi di Rayon Satu. Berkaca dari peta persaingan tahun-tahun sebelumnya, peluang terbesar untuk lolos memang didominasi oleh pendaftar dari wilayah rayon ring pertama ini.
Untuk sistemnya, nanti setelah ada pendaftaran masuk, kemudian seleksinya menggunakan nilai gabungan. Semua jalur pakai nilai gabungan, kecuali yang jalur radius.
"Kalau dari rayon lainnya, menurut pengalaman yang sudah-sudah itu tidak akan bisa masuk, karena dari wilayah Rayon 1 saja kuotanya sudah banyak yang bersaing," bebernya.
Tak hanya itu, saat ditanya mengenai adanya perbedaan dengan pola Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada periode sebelumnya, Kusyanto menilai secara garis besar skema yang diadopsi SMPB ini masih mirip. Namun ada sejumlah penyempurnaan sistem digital yang dilakukan oleh dinas terkait demi mendongkrak rasa keadilan di masyarakat.
Oleh karena itu, dalam SPMB ini Kusyanto menyatakan pihak SMAN 1 Jogja tidak menemui kendala atau kebingungan dalam mengadopsi regulasi anyar tersebut. Sebab, para panitia sudah dibekali kesiapan teknis sejak jauh-jauh hari.
"Sistemnya mirip-mirip, cuma sekarang sistemnya saja yang diperbaiki sehingga kita itu akan melayani lebih fair lagi, lebih adil terhadap masyarakat," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita