Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelombang Cuaca Panas Intai Momen Long Weekend di Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG!

Iwan Nurwanto • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:59 WIB
Pengguna jalan melintas di Jalan Godean, Sleman, saat cuaca panas, Jumat (15/5/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Pengguna jalan melintas di Jalan Godean, Sleman, saat cuaca panas, Jumat (15/5/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi potensi cuaca panas sepanjang momen libur panjang kenaikan Isa Al Masih dengan suhu maksimalnya mencapai 33 derajat Celcius.

 

Fenomena ini dipengaruhi oleh adanya El Nino lemah-moderat yang diprediksi bertahan hingga Juli.

 

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer suhu udara mulai terpantau cukup panas. Suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan mencapai kisaran 28-29 derajat Celcius.

 

Baca Juga: IRRI Puji Swasembada Pangan Indonesia, Sebut Fondasi Pertanian Modern Mulai Terbangun

 

Dia menyebut, kondisi itu juga berpengaruh terhadap kelembaban udara yang menurun di angka 40-90 persen. Pada masa peralihan musim penghujan ke kemarau beberapa waktu lalu kelembaban udara masih berada di kisaran 60-95 persen.

 

“Sehingga cuaca kemungkinan akan mulai kering, serta mengurangi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah DIY,” ujar Feri dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

 

Meskipun didominasi cuaca cerah, Feri mewanti-wanti potensi hujan intensitas sedang di sejumlah wilayah. Terkhusus di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara hingga akhir pekan mendatang.

 

Baca Juga: Rumah Warisan Budaya Dr Sardjito Bakal Dijual, Ini Respons Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo

 

Bagi wisatawan yang menghabiskan masa liburan di kawasan pesisir pantai juga diimbau waspada. Lantaran tinggi gelombang laut diprediksi masuk kategori sedang atau di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.

 

“Waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba dalam durasi singkat,” pesan Feri.

 

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengungkapkan, cuaca panas di wilayah DIY dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang aktif dengan level lemah-moderat. Kondisi tersebut diprediksi akan bertahan hingga Juli.

Baca Juga: Karyawan Pabrik Ban di Purworejo Minta Kompensasi ke Perusahaan, Transportasi untuk Kerja, Ada yang Berstatus Nyicil

 

Reni meminta agar masyarakat lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau.

 

Terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis. Sebab dapat memicu potensi bencana kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih. 

 

“Hal ini berkaitan dengan prediksi munculnya fenomena El Nino, setelah pertengahan tahun 2026 dapat menurunkan curah hujan hingga 50-60 persen,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#el nino #long weekend #bmkg yogyakarta #cuaca panas #wilayah DIY