JOGJA - Memasuki hari pertama libur panjang memperingati Kenaikan Isa Al Masih, kondisi pariwisata di Kota Jogja terbilang masih cukup landai. Transaksi penjual oleh-oleh di Malioboro dan sektor perhotelan juga belum ada peningkatan signifikan.
Pantauan Radar Jogja di Malioboro Kamis (14/5/2026) suasana area pedestrian masih menyisakan ruang gerak yang cukup luas. Kondisinya kontras dibandingkan saat musim libur Lebaran beberapa waktu lalu yang hampir membuat tempat tersebut menjadi lautan manusia.
Sejumlah pelaku usaha juga mengungkapkan belum adanya peningkatan pembeli yang signifikan. Aji misalnya, kusir andong wisata itu mengaku hanya mendapatkan satu penumpang sejak siang hari.
Menurutnya, pada hari pertama libur panjang ini peningkatan wisatawan belum terlalu banyak. Namun dia tetap optimistis libur hari kedua dan seterusnya ada peningkatan penumpang.
“Pengalaman tahun lalu sehari itu bisa lima sampai enam kali angkut. Ya mungkin karena masih pertama saja, jadi masih sepi,” ungkap kusir asal Bantul itu.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo sisi Barat Ahmad Zainul Bintoro menyebut pengunjung pusat oleh-oleh batik khas Jogja juga belum banyak. Peningkatannya hanya sekitar 20-30 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Berencana Gubungkan Dua OPD, Disdag dan Disperinkop UKM Atasi Krisis ASN
Dia menduga, belum ramainya pembeli dan pengunjung Pasar Beringharjo karena libur panjang jatuh pada hari keempat di pertengahan bulan. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kunjungan biasanya ramai ketika libur panjang jatuh di awal bulan.
“Sehingga sepertinya kenaikannya (wisatawan) tidak begitu banyak,” ungkap Bintoro.
Sementara di sektor perhotelan, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono membeberkan pada periode tanggal 13-16 Mei 2026 okupansi hotel rata-rata hanya 40 persen. Namun khusus untuk tanggal 13 Mei 2026 banyak wisatawan yang melakukan reservasi langsung.
Baca Juga: Warga di Kulon Progo Pasang Spanduk Sindiran, Tuntut Lurah Garongan Segera Mundur
Deddy memprediksi, mulai tanggal 14 Mei 2026 kemungkinan ada peningkatan signifikan reservasi hotel.
Bahkan dia optimistis okupansi hotel bisa menyentuh 85 persen selama momen long weekend peringatan Kenaikan Isa Al Masih.
“Kami imbau wisatawan yang akan stay di Jogja bisa reservasi hotel dengan mengecek nomor telepon di website resmi PHRI, sebab di aplikasi Google Maps ada sebagian yang nomornya diubah oleh penipu,” pesan Deddy. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita