Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jemaah Haji asal Yogyakarta Mulai Terserang Heat Stroke, Suhu Tanah Suci Tembus 43 Derajat

Iwan Nurwanto • Kamis, 7 Mei 2026 | 19:53 WIB
Calon jemaah haji bersiap diberangkatkan dari Masjid Agung Sleman menuju Embarkasi YIA, Kulon Progo, beberapa waktu lalu (22/4). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Calon jemaah haji bersiap diberangkatkan dari Masjid Agung Sleman menuju Embarkasi YIA, Kulon Progo, beberapa waktu lalu (22/4). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA - Cuaca ekstrem di tanah suci dengan suhu mencapai 43 derajat celcius mulai berdampak pada jemaah haji asal Yogyakarta. Sejumlah jemaah dilaporkan mengalami gejala heat stroke, mulai dari bibir pecah-pecah hingga kaki melepuh akibat paparan panas saat pelaksanaan ibadah haji di Makkah dan Madinah. Namun upaya mitigasi telah dilakukan petugas.

Petugas Media Center Haji asal Yogyakarta Ardhi Wahdan mengatakan, dalam beberapa hari terakhir suhu di tanah suci bisa mencapai kisaran 39 sampai 41 derajat celcius untuk Madinah. Sementara di Makkah suhunya lebih tinggi hingga kisaran 43 derajat celcius.

Ardhi menyatakan, dengan kondisi tersebut sejumlah jemaah haji asal Jogjakarta diketahui mengalami heat stroke atau gangguan kesehatan akibat paparan suhu panas. Meliputi bibir pecah-pecah hingga kaki melepuh bagi jemaah yang berjalan di luar ruangan tanpa alas kaki.

Baca Juga: Hewan Kurban dari Gunungkidul Dikirim ke Luar Kota, Surplus 11 Ribu Sapi dan 26 Ribu Kambing Siap Sambut Idul Adha 2026

“Cuacanya kalau dibandingkan dengan air kan sangat kontras, lembab dan sangat kering. Beberapa keluhan (gejala heat stroke) juga sudah dirasakan jemaah,” ujar Ardhi saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kamis (7/5/2026).

Dengan kondisi cuaca ekstrem seperti itu, Ardhi menyebut panitia haji asal Indonesia sudah melakukan berbagai upaya mitigasi. Misalnya dengan penyampaian peringatan dini kondisi cuaca secara berkelanjutan.

Lalu, tiap petugas yang menangani masing-masing kloter juga memberikan edukasi tentang promosi kesehatan tentang antisipasi dampak suhu panas. Para jemaah haji asal Indonesia juga rutin diberikan air minum, oralit dan masker serta diimbau menyemprotkan air pada bagian wajah.

Baca Juga: Sempat Alami Keracunan Diduga dari MBG, 18 Siswa SDN Kowang Bantul Sudah Pulih dan Kembali Ikuti KBM

Meskipun para jemaah tengah berhadapan dengan cuaca ekstrem di tanah suci, Ardhi memastikan sampai saat ini belum ada satupun jemaah asal Jogjakarta yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Karena petugas haji sigap melakukan tindakan jika ada jemaah yang terlihat mengalami gejala dehidrasi.

Selain itu, petugas haji asal Indonesia juga telah menyiapkan armada khusus bagi jemaah rentan untuk perjalanan dari Terminal Hijrah menuju ke Masjid Syajarah. Serta disiapkan peralatan seperti kursi roda untuk mengantisipasi jemaah haji kelelahan ketika berjalan kaki.

“Bagi jemaah mungkin lansia juga telah diimbau untuk tidak memaksakan diri,” bebernya.

Baca Juga: DPRD Kulon Progo Soroti Kasus Pengunduran Diri Guru Berstatus JLOP, Banting Stir Jadi Pegawai SPPG

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja Ahmad Mustafid mengungkapkan, musim haji yang jatuh pada Mei ini memang bertepatan dengan musim panas di Timur Tengah. Sehingga para jemaah sudah diimbau waspada terhadap paparan suhu panas.

Menurutnya, sebanyak 494 jemaah haji asal Kota Jogja sudah didampingi oleh tim pemantau kesehatan. Sehingga hal-hal seperti gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dampak dari suhu panas bisa diantisipasi sejak dini.

“Tim kesehatan akan terus memantau. Karena di bulan Mei ini masih masuk musim panas, berbeda jika musim haji di bulan November-Desember malah cenderung dingin,” ungkap Mustafid. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#asal yogyakarta #jemaah haji #heat stroke #Suhu Panas #tanah suci