YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan aktivitas Gunung Merapi periode 14 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB. Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, masih berada pada Level III (Siaga).
Cuaca di kawasan Merapi berubah-ubah dari cerah, berawan, mendung, hingga hujan dengan volume curah hujan mencapai 52 mm per hari. Angin bertiup tenang ke arah barat, timur, utara, dan selatan. Suhu udara berkisar 18,9–24 °C, kelembaban udara 59,1–99,2 %, dan tekanan udara 872,7–917 mmHg.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga berkabut intensitas 0-III. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati mencapai tinggi 150 meter di atas puncak kawah.
Aktivitas kegempaan tercatat cukup tinggi dengan:
Baca Juga: Sopir Angkot di Kebumen Curhat Masih Sepi Penumpang, ASN Belum Beralih Naik Angkot
- 121 kali guguran (amplitudo 2–33 mm, durasi 32,59–189,07 detik)
- 83 kali gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2–44 mm, durasi 7,01–120,9 detik)
- 8 kali gempa vulkanik dangkal (amplitudo 5–80 mm, durasi 6,65–29,88 detik)
BPPTKG juga mencatat 22 kali guguran lava mengalir ke arah Barat Daya, meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Potensi bahaya saat ini:
Baca Juga: Viral! Wabup Kebumen Gus Zaeni Datang ke Rapat Paripurna Naik Sepeda Kebo
- Sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.
- Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.
- Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam daerah bahaya.
Rekomendasi BPPTKG kepada masyarakat:
Baca Juga: Aplikasi Angkotku di Bantul Diklaim Mempermudah Urusan Administrasi Angkutan
1. Tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
2. Mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
3. Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali.
Baca Juga: Keracunan MBG Kembali Terjadi di Bantul; Sedikitnya 80 Siswa dan Guru di Dua Sekolah Jadi Korban
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada dan selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin