Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saat Latihan Sempat Kesulitan Menghafal Bahasa Jepang, Garda Gandara dan Jeconiah Sajuto, Tampil Apik dalam Konser Serenade Bunga Bangsa

Magang Radar Jogja • Sabtu, 8 November 2025 | 03:43 WIB
MEWARNAI: Penampilan Garda Gandara dalam konser Serenade Bunga Bangsa di Auditorium Sanata Dharma.
MEWARNAI: Penampilan Garda Gandara dalam konser Serenade Bunga Bangsa di Auditorium Sanata Dharma.

RADAR JOGJA - Auditorium Sanata Dharma malam itu tampak ramai. Suara alunan musik bergema. Alunan musik nan indah sekaligus enerjik membuat banyak orang terpukau dengan mata berbinar-binar.

Semua orang terpukau dengan hadirnya Konser Serenade Bunga Bangsa. Konser menghadirkan para musisi muda, salah satunya Garda Gandara.

Berambut ikal, kulit sawo matang manis dan mengenakan pakaian kimono merah muda khas Jepang, ia tampil penuh percaya diri.

Senyumnya terpancar sembari menunjukkan suaranya nan indah dan kepiawaiannya memainkan pianika.

Suara halus dan aransemen pianika dipadukan alat musik orkestra lain saling bertaut membuat simfoni yang mampu menerbangkan penonton.

Umurnya masih 12 tahun, tetapi kepercayaan dirinya tampil di muka umum patut diacungi jempol.

Kecintaannya pada musik sudah terlihat sedari kecil. Pada usia tiga tahun ia mempelajari musik.

Hal ini bukan tanpa sebab, karena kedua orang tuanya yang seorang musisi membuatnya tertarik terjun ke dunia musik seperti piano maupun pianika. Tidak hanya itu, ia juga tertarik dengan dunia menyanyi.

Dalam mempelajari musik ini, Garda bercerita pernah sempat mengikuti les dan akhirnya berhenti dan berganti kedua orang tuanya yang mengajarinya.

Konser ini menjadi salah satu pengalaman lain dalam mengembangkan minat dan bakatnya dalam seni musik.

Konser pertama sebagai pembuka karier Garda adalah The Sound of Color II with Andi Rianto.

“Jadi itu yang membuka karier aku. Aku jadi dikenal banyak orang,” ungkapnya membayangkan pencapaiannya kali pertama.

Bahkan pertama ia maju, tidak ada rasa takut yang ia tunjukkan. “Sebenarnya enggak ada sih, cuman rasa bangga aja,” ujarnya penuh kebanggaan dan rasa percaya diri.

Selanjutnya juga ia turut berperan sebagai soloist dalam konser Serenade Bunga Bangsa XI  dengan mendapatkan undangan untuk dapat hadir membawakan lagu dan menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan pianika.

Dalam konser ini, Garda bercerita juga sempat mengalami kesulitan saat latihan. Terutama dalam menghafal Bahasa Jepang.

“Pastinya ada ya, tapi tetap dijalani,” katanya penuh optimistis, sembari menunjukkan senyumnya.

Tidak hanya itu, Garda juga ikut nyemplung menjadi seorang content creator di bidang musik. Dalam Instagram-nya,  ia menunjukkan kesehariannya dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan musik. 

Pada 2024 ia tampil di hadapan Presiden Republik Indonesia. Kehadiran Garda menunjukkan pesona dan generasi baru musik di Indonesia. Keberhasilan dan kepercayaan diri yang dimilikinya tidak jauh dari dukungan orang tua dan keinginan belajar.

“Berkaryalah, jangan takut salah. Nggak ada yang salah dan berusaha menginspirasi orang,” pesan Garda.

Lain lagi cerita Jeconiah Sajuto sebagai cellist/principal cello yang bertugas memimpin para teman sesame cello. Ia juga seorang anak muda berumur 28 tahun yang menjadi pemain dalam konser Serenade Bunga Bangsa XI ini.

“(Perasaan) saya seru banget ya. Acaranya (ini membuat) excited dari awal sampai selesai. Susunan lagunya juga seru apa ya mungkin, dibikin gradasi naik terus turun lagi. Emosinya kayak roller coster,” ungkap Jeco, panggilannya sambil tersenyum lebar.

Lebih lanjut Jeco menceritakan awal mula ia dapat tampil di muka umum di Auditorium Sanata Dharma untuk membawa aransemen lagu orkestra yang indah bermula dari temannya.

“Saya tahunya dari teman, terus dia bilang ‘ada acara kayak gini (orkestra) mau ikut gak? Ada audisinya. Oke akhirnya saya ikut, kirim porto (folio) terus apa namanya, (ada) audisi, ikut audisi. Alhamdulilah, puji Tuhan, lolos jadi peserta orkes,” ceritanya.

Keinginannya untuk mendapatkan pengalaman, lingkup pertemanan yang baru dan luas serta ingin menemukan hal baru dan hebat di Jogjakarta, membuatnya tertarik mengikuti kegiatan audisi orkestra ini.

Konser ini sendiri diadakan untuk menyambut tamu dari Jepang dan kebetulan juga Jeco memiliki kesukaan pada jejepangan.

Ini yang membuatnya merasa begitu senang sekaligus tertantang memainkan aransemen dari lagu Jepang. (mg/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Jeconiah Sajuto #konser #Garda Gandara #musik orkestra #Sanata Dharma