Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Aksi Dukung Palestina, FUI DIY: Boikot Produk Negara Pendukung Israel, Ganti Pakai Produk UMKM 

Heru Pratomo • Minggu, 19 Mei 2024 | 19:03 WIB
Aksi solidaritas Palestina di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja Minggu (19/5)
Aksi solidaritas Palestina di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja Minggu (19/5)

 

RADAR JOGJA - Seruan boikot pada produk-produk dari negara pendukung Israel yang membombardir Palestina menguat. Tak sekadar memboikot, mereka juga mengajak mulai menggunakan produk UMKM lokal sebagai gantinya.

 

Seruan itu disampaikan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY bersama segenap ormas, elemen mahasiswa, pelajar, santri dan masyarakat saat menggelar Aksi Palestina di titik Nol Kikometer Jogja, Minggu (19/5).

 

Koordinator Aksi, M. Akhid Subiyanto dalam orasinya mengatakan, masyarakat Indonesia bisa terus memberikan dukungan secara nyata kepada Palestina dengan menguatkan gerakan boikot produk-produk yang mendukung atau terafiliasi dengan Israel.

Juga memboikot produk-produk Amerika dan negara- negara yang memberikan bantuan senjata dan ekonomi kepada Israel. 

 

"Masyarakat dapat mengganti dengan mengunakan produk lokal Indonesia dan UMKM yang berarti menguatkan kemandirian ekonomi nasional," tegasnya.

 

Apalagi MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina. Di dalamnya terdapat seruan untuk memboikot produk-produk yang mendukung atau terafiliasi dengan Israel.

 

Gerakan boikot saat ini perlu terus dikuatkan dan diperluas juga menyasar kepada produk negara-negara yang selama ini memberikan dukungan kepada Israel, seperti Amerika Serikat yang selalu menggunakan hak vetonya di PBB untuk menghalangi semua resolusi DK PBB dan juga menolak status keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Hal itu juga diharapkan dapat dilakukan ormas, perguruan tinggi, pesantren, sekolah, masjid, elemen mahasiswa, pelajar, dan santri. "Terus memberikan dukungan atas perjuangan bangsa Palestina dengan menggelar aksi, doa dan menggalang bantuan kemanusiaan," ungkapnya.

 

Mengambil tema “Jogja Terbuat dari Rasa dan Peduli Gaza”, Akhid mengatakan, rakyat Palestina khususnya di wilayah Gaza yang terhitung sejak 7 Oktober, serangan membabi buta Israel telah menewaskan lebih dari 35 ribu warga Gaza. Dengan 14.500 di antaranya anak-anak dan 9.500 perempuan. Sementara terdapat 147 wartawan yang dikabarkan terbunuh.

 

Menurut Akhid, apa yang terjadi di Gaza saat ini adalah tragedi kemanusiaan paling kelam dalam sejarah kehidupan manusia.

Ada upaya penghapusan (genocaida) warga Palestina secara sistematis dengan cara-cara yang sangat keji. Kekejian ini bisa terlihat dengan banyaknya video yang diunggah oleh pasukan Israel (IDF) di media sosial.

 

"Mereka dengan bangga mempertontokan aksi mereka yang dengan sengaja menembaki dan membunuh anak-anak serta warga sipil," paparnya.

 

Kebiadaban Israel, lanjut dia, juga terlihat dengan tidak membolehkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Ada hampir seribu truk pengangkut bantuan kemanusiaan yang tertahan di pintu Rafah Mesir, dan karena sudah berbulan-bulan banyak yang mulai membusuk. Sementara truk bantuan yang bisa masuk, dijarah oleh penduduk Israel dan ditumpahkan isinya.

 

FUI DIY dan berbagai elemen pun meminta pemerintah Indonesia untuk terus aktif mendesak Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan keanggotan penuh Palestina dan memberikan pengakuan secara resmi kemerdekaan Palestina.

 

"Pemerintah Indonesia untuk menggalang desakan kepada Mahkamah Internasional (International Court of Justice, ICJ) untuk segera mengeluarkan surat penangkapan penjahat perang Benjamin Netanyahu (PM Israel)," tegasnya.

Editor : Heru Pratomo
#Israel #Titik Nol Kilometer Jogja #aksi dukung palestina #FUI #boikot produk pendukung israel #Pakai Produk Lokal #UMKM #Amerika Serikat