RADAR JOGJA - Sejak beberapa hari terakhir harga beras di Kota Magelang masih bertahan di angka Rp 16 ribu-Rp 17 ribu per kilogram (kg). Untuk itu, pemkot bersama Perum Bulog Cabang Kedu menggelar operasi pasar (OP) dengan menggelontorkan sembilan ton beras di Pasar Rejowinangun. Beras jenis medium dijual Rp 10.900 per kg dan jenis premium Rp 13.500.
Kepala Perum Bulog Cabang Kedu M Ihsan Suraadilaga mengutarakan, masih ada persediaan sekitar 7.000 ton beras jenis medium maupun premium. Jumlah itu dipastikan cukup hingga dua bulan ini.
"Kemungkinan (beras) akan datang terus dari wilayah lain. Itu stok se-Karesidenan Kedu dan digelontorkan untuk OP maupun cadangan bantuan pangan,” bebernya Selasa (20/2).
Selama ini Bulog menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di pasar tradisional yang ada. Dia pun siap jika Pemkot Magelang hendak menggelar pasar murah. Selain itu, beras SPHP ini juga tersedia di toko ritel modern, seperti Artos dan Trio Plaza. Harganya pun sama, Rp 10.900 per kg untuk beras medium dan premium Rp 13.500.
Ihsan menyebut, belakangan ini ketersediaan beras di sejumlah toko ritel modern memang menipis. Tapi dia memastikan beras SPHP itu selalu tersedia di Artos maupun Trio Plaza. Mengingat Bulog sudah mendistribusikan beras itu sejak seminggu lalu. “Kami kemarin (Senin, Red) dropping 2,5 ton di Artos dan sudah habis. Tapi, kami akan terus dropping jika sudah habis," paparnya.
Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak punic buying karena ketersediaan beras masih mencukupi. Meski demikian, Bulog tetap membatasi pembelian beras. Setiap orang hanya boleh membeli satu hingga dua kemasan beras berisi lima kilogram.
Beberapa hari ini, ketersediaan beras di toko ritel modern cukup langka. “Biasanya mereka menyediakan beras premium. Mereka agak nggak berani kulak. Kalau di sini (pasar tradisional), ada yang harganya rendah ke tinggi. Rp 15.500 sampai Rp 19 ribu ada. Masyarakat bisa memilih,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kota Magelang Syaifullah.
Pemkot Magelang pun menggandeng Perum Bulog Cabang Kedu untuk melakukan OP. “OP ini merupakan upaya (menekan harga) dengan menggaet Bulog. Kita turunkan agar masyarakat tidak keberatan. Yang tadinya Rp 17 ribu per kg jadi Rp 10.900,” kata Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz.
Menurutnya, harga beras yang tinggi belakangan ini disebabkan karena tersendatnya pasokan dari daerah lumbung beras akibat bencana alam dan faktor lain. Pemkot pun berusaha membantu masyarakat, termasuk memberikan bantuan beras cadangan pangan pemerintah pusat (CPPP) kepada 9.215 keluarga penerima manfaat (KPM).
Bantuan diberikan setiap bulan sebanyak 10 kg selama dua tahap. Tahap pertama disalurkan pada Januari, Februari, dan Maret. Sementara tahap kedua dilaksanakan April, Mei, dan Juni. Adapun CPPP Kota Magelang per Desember 2023 sebanyak 24,49 ton.
Pemkot Jogja Bakal Gelar Pasar Murah
Harga beras di pasaran sudah dirasakan kenaikannya oleh masyarakat Kota Jogja. Menyikapi hal itu, pemkot akan menyelenggarakan pasar murah sembako di 14 kemantren. "Kita akan mulai menyelenggarakan pasar murah pada 26 Februari-18 Maret," ujar Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo Selasa (20/2).
Hal itu untuk memberikan bahan pangan kepada masyarakat Kota Jogja di tengah naiknya beberapa sembako. Total stok beras untuk penyelenggaraan pasar murah sebanyak 34 ton.
"Kita langsung menuju ke kemantren untuk melakukan intervensi perihal penyediaan stok bahan pangan khususnya beras," bebernya.
Selain di pasar murah, pemkot juga melakukan kegiatan pasar murah di beberapa swalayan di Kota Jogja berkolaborasi dengan Perum Bulog. "Kami juga menambah stok beras di kios Segoro Amarto yang ada di beberapa pasar tradisional. Hal itu untuk menstabilkan stok maupun harga sembako," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Jogja Sri Riswanti menambahkan, dalam pasar murah itu pemerintah akan mensubsidi Rp 2 ribu per kg. Subsidi masih dipotong pajak sehingga bersihnya Rp 1.750. Hal itu berdasarkan 11 persen dikurangi PPN.
"Nah misalkan beras 5 kg satu sak nanti dikurangkan 1.750 kali lima. Jadi 8,5 pengurangannya per 5 kg. Ya cukuplah mengurangi harga itu," jelasnya.
Selain beras, beberapa sembako seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan telor juga akan disubsidi dalam gelar pasar murah. Pada tahun ini, pemkot juga akan menggandeng beberapa ritel. (aya/oso/laz)