RADAR JOGJA - Menyongsong Imlek 2024, Kelenteng Fuk Ling Miauw Jogja melakukan pembersihan altar dan rupang Kim Sin. Ini merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan Yayasan Fuk Ling Miauw dan segenap masyarakat lintas agama.
"Biasanya setiap tahun saat menjelang Imlek kita mengadakan bersih-bersih kelenteng untuk menyambut Imlek dengan para warga lintas agama," ujar Ketua Yayasan Fuk Miauw, Ang Ping Siang, kepada Radar Jogja (4/2).
Ang Ping Siang alias Angling Wijaya itu juga menyampaikan, kegiatan ini dihadiri sekitar 100 orang dengan berbagai macam kepercayaan, tidak hanya Khonghucu. Selain bersih-bersih altar dan patung para dewa, mereka juga akan mengganti kain jubah yang dikenakan di patung itu.
"Jubah-jubah para dewa itu nanti kita ganti agar baru dan bersih. Karena jubah tersebut merupakan kebanggaan para dewa," tuturnya.
Pembersihan patung dewa itu tidak dilakukan sembarangan. Mereka mempercayai bahwa syarat untuk melakukan pembersihan patung dewa harus menunggu momen dewa naik ke khayangan.
"Dewa akan meninggalkan duniawi dan naik ke khayangan. Setiap setahun sekali para dewa akan pergi ke khayangan. Ketika para dewa sudah naik semua, barulah kita bersih-bersih altar dan patung ini," jelasnya.
Hal itu dipercaya sebagai tradisi para mahadewa bahwa setiap setahun sekali menjelang Imlek melakukan perjalanan menuju khayangan dan meninggalkan wadah bersemayamnya. Perjalanan kurang lebih selama satu minggu. "Nanti (para dewa) akan turun kembali sekitar 13 Februari setelah Imlek," bebernya.
Setelah para mahadewa turun kembali ke dunia, Yayasan Fuk Ling Miauw juga akan melanjutkan upacara sembahyang Tuan Alah. Acara akan diselenggarakan pada 17 Februari. "Acara biasanya dilaksanakan dari malam hingga pagi," tandasnya.
Di Kelenteng Fuk Ling Miauw terdapat banyak sekali patung-patung Dewa. Ada beberapa dewa yang disebutnya inti dan ikut dibersihkan dalam kegiatan itu. "Kira-kira ada 19 dewa, salah satunya yang menjadi tuan rumah di kelenteng ini yaitu Dewa Bumi (Fuk Ling Miauw)," ujarnya.
Selain untuk menyongsong Imlek, acara ini juga menjadi ajang ngalap berkah, kesehatan, keselamatan, dan memperlancar rezeki.
Sementara itu, salah seorang peserta pembersihan altar dan Rupang Kim Sin, Sugiyanto menambahkan, ia telah 20 tahun mengikuti kegiatan semacam ini. Fokus pekerjaannya membersihkan patung dewa. "Kalau yang lain tadi banyak yang ikut bantu bersih-bersih seisi kelenteng. Ini masih belum selesai, kemungkinan lanjut besok," katanya.
Dalam prosesi pembersihan patung tidak ada syarat khusus. Pembersihan dilakukan dengan air yang dicampur bunga-bungaan. "Ya, tidak ada syarat khusus, yang penting niat baik sehingga hati bersih," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Satria Pradika