RADAR JOGJA - Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah kepada 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Gudang Bulog Sendangsari, Pajangan, Bantul, kemarin (30/1) pagi. Presiden memastikan bantuan beras seberat 10 kg untuk setiap KPM itu adalah beras dengan kualitas premium, bukan medium.
Presiden yang didampingi Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih kemudian berpesan kepada masyarakat penerima bantuan agar memasak beras ketika sampai rumah. "Coba sampai di rumah langsung dimasak dan dicoba. Jadi memang beras yang diberikan ini beras pilihan semuanya," ujarnya.
Ia kemudian menanyakan kepada masyarakat penerima bantuan apakah menyetujui jika bantuan pangan beras diberikan lagi dalam beberapa bulan ke depan. "Setuju mboten? Yang tidak setuju angkat tangan," kata Jokowi yang disambut teriakan setuju oleh para warga Bantul yang hadir pada acara itu.
Jokowi kemudian melanjutkan, setelah Maret, akan dilanjutkan lagi bantuan beras untuk April, Mei, dan Juni. Ia menyebut, setelah bantuan beras untuk Juni disalurkan, pemerintah akan menghitung anggaran lagi untuk melanjutkan pemberian bantuan. "Nanti saya hitung lagi APBN kita, kalau memungkinkan dilanjutkan lagi," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga membagikan dua sepeda kepada penerima manfaat yang mampu menghafal Pancasila. Ia juga membagikan kaus kepada para penerima manfaat sebelum akhirnya meninggalkan Gudang Bulog Sendangsari.
Gubernur HB X memberikan apresiasi kepada Perum Bulog atas bantuan pangan yang diterima masyarakat Jogjakarta sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, program beras bantuan pangan ini memberikan dampak yang signifikan untuk menahan laju kenaikan harga pangan pokok di tingkat konsumen.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjelaskan, kehadiran Presiden Jokowi di Gudang Bulog Sendangsari untuk memastikan kondisi stok beras cukup hingga beberapa waktu ke depan. Sebelumnya, Jokowi sempat mengecek stok beras yang ada di Gudang Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (29/1).
Mengenai jumlah beras yang dibagikan di Bantul, Arief memastikan ada 1.250 penerima manfaat. "Untuk stok di Bantul saat ini kurang lebih 1.000 ton," jelasnya.
Selain di Bantul, pembagian bantuan beras dari pemerintah kepada masyarakat juga dilakukan di Kalurahan Maguwoharjo, Sleman, kemarin (30/1). Penerima bantuan beras di Kalurahan Maguwoharjo sebanyak 1.256 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total 12.560 kg beras.
"Setiap KPM menerima bantuan beras 10 kg yang bisa diambil langsung di kalurahan," ujar Koordinator Lapangan PT Pos Indonesia Yugastowo.
Program bantuan beras itu dilaksanakan enam kali hingga Juni 2024. Teknis pendistribusian bantuan setiap akhir bulan. "Hari ini pendistribusian dilakukan serentak di seluruh kalurahan di Sleman dan Bantul," tuturnya.
Salah seorang KPM warga Tapanrejo, Nurjanah mengaku bantuan beras itu sangat membantu. Hal itu mengingat harga beras saat ini yang sedang naik. "Sekarang harga beras sampai Rp 16 ribu, jadi terasa sekali. Padahal sebelumnya harganya sekitar Rp 13 ribu," tuturnya.
Nurjanah datang mewakili suaminya untuk pengambilan bantuan beras. Ia mengaku yang tercatat dalam data KPM adalah suaminya yang kebetulan saat ini sedang bekerja. "Prosesnya tidak rumit, hanya bawa KTP dan KK. Memang antrenya panjang katena banyak," tambahnya.
Sementara itu, usai dari Bantul Presiden Jokowi meresmikan Infrastruktur Inpres Jalan Daerah (IJD) di Jalan Wonosari-Mulo, Kabupaten Gunungkidul, pukul 14.30. Presiden didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur HB X dan Bupati Gunungkidul Sunaryanta.
Jokowi mengatakan, selain membangun infrastruktur jalan tol dan jalan nasional, pemerintah juga mempercepat peningkatan kolektifitas jalan daerah. "Mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023," ujarnya.
Melalui Inpres, kata Jokowi, pemerintah akan menangani jalan-jalan non nasional yang ada di daerah dalam kondisi rusak, salah satunya infrastruktur jalan di DIJ. "Seminggu yang lalu saya sudah meresmikan jalan-jalan daerah di Provinsi Jawa Tengah dan hari ini (kemarin, Red) di DIJ," ucapnya.
Jokowi menambahkan, sebanyak tujuh ruas jalan dan satu jembatan di DIJ ditangani melalui Inpres dengan biaya anggaran Rp 162 miliar. "Kabupaten Kulonprogo satu ruas, Gunungkidul dua ruas, Bantul dua ruas, dan Sleman dua ruas," jelasnya.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIJ Rien Marlia mengatakan, total ruas jalan yang diresmikan Jokowi sepanjang 23 km dengan anggaran Rp 162 miliar. "Infrastruktur jalan akan dihibahkan ke pemerintah daerah, harapannya tetap dapat dipelihara," ujarnya kepada wartawan.
Rien menjelaskan, rata-rata infrastruktur jalan yang ditangani melalui Inpres di DIJ merupakan akses wisata dengan sifatnya existing. "Kami hanya memperbaiki badan jalan yang rusak seperti berlubang," ucapnya. (tyo/oso/cr6/laz)