Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diduga Depresi, Mahasiswi UMY Tewas Terjatuh, Malamnya Sempat Minum 20 Biji Bodrex

Gregorius Bramantyo • Selasa, 3 Oktober 2023 | 13:22 WIB
Dok Polres Bantul
Dok Polres Bantul

RADAR JOGJA - Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jogjakarta nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari gedung asramanya. Peristiwa ini terjadi Senin (2/10) sekitar pukul 06.15, bertempat di halaman belakang sayap kanan Gedung Y Unires Putri UMY, Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kasihan.


Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, mahasiswi asal Bandar Lampung bernama Syakira Meandra Qadisah Febriana, 18, mengakhiri hidupnya diduga karena depresi. "Korban ditemukan meninggal dunia oleh seorang ustad sekitar pukul 6.15," katanya Senin (2/10).


Saat itu ustad bernama Talqis Nurdiyanto itu sedang bekerja di gedung tempat kejadian perkara. Tiba-tiba ia mendengar ada sesuatu yang terjatuh. Mendengar hal itu, sang ustad langsung mengecek. Ia mendapati kondisi korban sudah tertelungkup di lantai dasar. Saat kondisi korban dicek, tidak ada respons.


Setelah itu, Ustad Talqis meminta bantuan petugas cleaning service bernama Sugeng Sudaryadi untuk memindahkan korban di atas meja ruang belajar di lantai dasar Gedung Y. Seorang satpam yang mengetahui itu juga berusaha menelpon ambulans. "Namun karena tidak kunjung datang, maka satpam bersama ustad berinisiatif membawa korban ke RS PKU Gamping dengan menggunakan mobil milik ustad tersebut," jelas Jeffry.


Pada saat pemeriksaaan di UGD RS PKU Gamping, denyut nadi korban masih ada. Namun berselang 10 menit kemudian, denyut nadi itu sudah tidak ada dan korban dinyatakan meninggal dunia.


Setelah dilakukan pendalaman oleh tim Inafis Polres Bantul, korban diduga mengalami depresi. Sebab sebelum kejadian, malam harinya sempat meminum obat Bodrex sebanyak 20 biji secara langsung. "Bungkus obat ditemukan di kamar. Dari keterangan saksi, korban teriak dan menangis histeris," ujar Jeffry.
Korban sebelumnya sempat ditolong dan dibawa ke rumah sakit untuk diberi bantuan medis. Obat Bodrex yang telah diminum berhasil dimuntahkan. Dari pesan suara yang dikirimkan, korban berkeinginan untuk mengakhiri hidup.


Setelah kembali ke asrama Unires, pagi harinya korban yang tidur di salah satu kamar di lantai 4 diketahui sudah jatuh. Diduga korban sengaja menjatuhkan diri dari lantai 4. Hal itu diperkuat dengan korban yang sebelumnya pernah bertanya pada rekannya kalau jatuh dari lantai 4 mati atau tidak.
"Korban diduga lompat dari lantai 4 Unires, membentur genting dan lantai konblok," ucap Jeffry. Korban dinyatakan meninggal akibat luka di kepala bagian belakang, luka dalam, patah kaki kiri bagian bawah, dan lecet lecet pada kaki dan tangan.


Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Hijriyah Oktaviani menyatakan, pihaknya tengah mengumpulkan data terkait dugaan mahasiswa bunuh diri. Mahasiswi itu berasal dari Bandar Lampung dan merupakan mahasiwi Ilmu Komunikasi semester 1.
"Pimpinan masih berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mengumpulkan informasi. Sehingga statement yang dikeluarkan nanti valid dan tidak berubah-ubah," jelas Hijriyah saat dikonfirmasi kemarin (2/10). (tyo/lan/laz)

Editor : Heru Pratomo
#mahasiswi bunuh diri #depresi #bodrex #polres bantul #UMY #bandar lampung #Tamantirto #Syakira Meandra Qadisah Febriana #RS PKU Gamping