Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Batik Pinus Angkat Destinasi Wisata Bantul Mendunia

Gregorius Bramantyo • Senin, 2 Oktober 2023 | 13:30 WIB
GREGORIUS BRAMANTYO/RADAR JOGJA
GREGORIUS BRAMANTYO/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Kabupaten Bantul juga punya batik dengan motif khas lokal. Salah satu di antaranya adalah motif Batik Pinus karya perajin Erwin Yuniati. Yang membanggakan, pakaian-pakaian batik motif pinus ini dikenakan anggota delegasi ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 pada saat pembukaan di komplek Candi Prambanan.

GREGORIUS BRAMANTYO, Bantul

Sang desainer mengaku bangga karena hasil karyanya dikenakan tamu-tamu penting negara. Sehingga dapat turut mempromosikan motif batik khas Bantul ke dunia internasional.

Erwin mengatakan, menjelang gelaran ATF 2023, ia mempresentasikan hasil karyanya ke Kemenparekraf. Kemudian dipilih oleh Menparekral Sandiaga Uno. "Motif batik ini untuk mengangkat destinasi wisata di Bantul, yaitu hutan pinus," katanya saat ditemui Radar Jogja kemarin (1/10).


Ia menjelaskan, pohon pinus sendiri memiliki arti damai dan ada keteguhan tinggi dalam meraih cita-cita. Selain pinus, Erwin juga memasukkan motif truntum. Salah salah satu motif dasar batik Jawa yang memiliki arti selalu bersemi. "Jadi biar terus tumbuh.

Sementara pinus itu sendiri mempunyai makna ada kedamaian dan ada keteguhan yang tinggi untuk mencapai cita-cita," ujarnya.
Pewarnaan motif Batik Pinus menggunakan pewarna alami. Masing-masing kulit pohon mahoni, tingi, dan daun indigo. Selain ramah lingkungan, juga untuk menghindari resistensi kulit warga asing terhadap pewarna buatan. Ia juga merasa sayang jika produk premium tidak sekalian diwarnai dengan pewarna yang berkelas.


Setelah digunakan sejumlah peserta di gelaran ATF 2023, permintaan batik motif pinus karya Erwin meningkat pesat. Tak hanya dari DIJ saja, namun juga dari luar Jawa. “Sudah saya daftarkan hak ciptanya ke Kemenkumham. Jadi siapa pun yang memproduksi batik motif pinus itu, harus izin," jelasnya.


Ia berharap, batik dapat terus dilestarikan. Tak hanya memproduksi batik secara copy paste saja, namun diharapkan bisa dikembangkan. Sebab yang dinamakan batik adalah dari proses pembuatannya yang menggunakan malam. Bukan sekadar di motifnya. "Akan beda dengan printing, itu bukan batik. Dia hanya tekstil yang bermotif batik," ujarnya.


Erwin menambahkan, inovasinya diharapkan menjadi motivasi bagi para perajin batik, khususnya di Kabupaten Bantul. Karena batik sendiri merupakan warisan budaya tak benda. Jadi diharapkan bukan hanya sekadar melanjutkan budaya yang sudah ada semata. “Tapi kalau bisa kita juga membuat budaya yang akan jadi peninggalan atau legacy di masa mendatang,” tandasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto menjelaskan, Batik Nitik asal Bantul telah ditetapkan sebagai kekayaan intelektual komunal bersertifikat indikasi geografis oleh gubernur DIJ. Sejak 3 Maret 2020, Batik Nitik sendiri merupakan satu-satunya batik yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai indikasi geografis Jogjakarta lantaran keunikannya.


Batik Nitik adalah batik dengan motif yang tersusun dari ribuan titik persegi yang membentuk membentuk ruang, sudut, dan bidang geometris. Keunikan motif titik ini berasal dari ujung canting yang dibelah menjadi empat. Sehingga titik-titik yang dihasilkan berbentuk persegi.


Selain terdiri atas bujur sangkar dan persegi panjang, kerangka ragam hiasnya dibuat cecek serta dikombinasi dengan ornamen klowong dan tembokan. “Berbeda dengan motif batik lain, motif Batik Nitik sangat rumit dan dibuat di kedua sisi kain,” kata Nugroho.
Pihaknya mengajak masyarakat Bantul dapat berkontribusi untuk melestarikan batik. Salah satu caranya dengan mengenakannya di kegiatan sehari-hari. Ia juga mendorong masyarakat untuk menggunakan kain batik tulis. Sebab, saat ini mayoritas masih menggunakan batik printing. "Di Bantul penggunaanya sudah luar biasa. Bahkan batik motif Tirta Samudera digunakan sebagai seragam ASN di Bantul tiap Kamis Pahing," ungkapnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#ASEAN Tourism Forum #Batik Pinus #Bantul #ATF