Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bulog Gelontorkan 750 Ton Beras, Stabilkan Harga melalui OP dan Bantuan Pangan

Annissa Alfi Karin • Rabu, 27 September 2023 | 13:00 WIB

Bantuan bahan pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat.GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Bantuan bahan pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat.GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
 


RADAR JOGJA - Harga kebutuhan pokok, salah satunya beras, masih fluktuatif di Kota Jogja. Berbagai upaya intervensi telah dilakukan Pemprov DIJ, Pemkot Jogja, dan Bulog DIJ. Misalnya dengan menggelar operasi pasar (OP) dan pemberian bantuan pangan.


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ menggelar OP murah di Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja, Selasa (25/9/23). Sementara hari ini (25/9/23) kembali dilakukan dengan memberikan bantuan bahan pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat. 


Pemberian bantuan beras dilakukan serentak di delapan kemantren di Kota Jogja. Salah satunya di Kemantren Danurejan. Disalurkan untuk warga yang berhak dan masuk data DTKS milik Kemensos. Pembagian dilakukan di Kelurahan Bausasran, Suryatmajan, dan Tegalpanggung secara bergiliran dalam tiga sesi.


"Hari ini (kemarin, Red) ada 1.036 KK dikalikan 10 kilogram," kata Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo saat ditemui di Kantor Kemantren Danurejan, kemarin (26/9). Ia berharap bantuan beras ini dapat meringankan para keluarga menuju sejahtera. Selain itu juga dapat menciptakan stabilisasi harga beras di pasaran. Lebih jauh diharapkan dapat menekan angka stunting di Kota Jogja.
"Untuk stabilisasi harga beras kita punya Kios Segoro Amarto di Beringharjo. Di sana menjadi tempat operasi pasar harian karena masyarakat bisa mengakses dengan harga standar," jelas pria yang sebelumnya kepala Dinas Pariwisata DIJ ini.


Sementara itu, Manajer Administrasi dan Keuangan Bulog DIJ Edison menuturkan, pemberian bantuan ini merupakan tahap kedua. Total cadangan beras yang digelontorkan 750 ton. Ditargetkan pemberian bagi warga Kota Jogja akan selesai dalam tiga hari ini.


Sebelumnya, pada tahap pertama dilakukan April hingga Juni lalu dengan jumlah yang kurang lebih sama. "Di luar itu kita masih punya stok untuk stabilisasi harga.  Intinya sampai Desember stok aman," ujarnya.
Edison menyebut, kini harga beras di pasaran masih terbilang stabil, tapi tinggi. Untuk kategori medium saja sudah seharga Rp 12 ribu per kilogram. Dia memperkirakan, tingginya harga beras ini masih akan terjadi sampai masa panen tiba.


Namun, dia tak bisa memastikan kapan masa panen tiba. Ini karena pengaruh cuaca yang saat ini terbilang tidak menentu. Padahal dari masa tanam hingga panen membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan. "Sekarang sedang paceklik, belum ada yang menanam padi juga," katanya.


Salah seorang warga Danurejan, Wibowo mengaku menyertakan KTP dan Kartu C1 sebelum mengambil bantuan. Dia senang dan berharap pemberian bantuan beras ini dapat terus dilaksanakan.


Wibowo merasa ini sangat meringankannya mengingat harga beras di pasaran ini masih terus meroket. "Sekarang harga di pasaran sampai Rp 14 ribu. Cukup memberatkan untuk masyarakat kecil," tandasnya. (isa/laz)

Editor : Satria Pradika
#Kemensos #Bulog DIJ #Kemantren Gondokusuman #beras #bantuan pangan