Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Menguras Tenaga, Mendaki Jadi Hobi Menyenangkan

Jihan Aron Vahera • Minggu, 23 Juli 2023 | 19:00 WIB
HOBI: Pengalaman mendaki berbagai gunung sudah dilakoni Ganjar sejak duduk di kelas 2 SMA.
HOBI: Pengalaman mendaki berbagai gunung sudah dilakoni Ganjar sejak duduk di kelas 2 SMA.

RADAR JOGJA - Bagi sejumlah orang, mendaki adalah hal yang mengasyikkan. Bahkan, menjadi sebuah hobi yang menyenangkan. Padahal, mendaki tentunya membutuhkan effort lebih dan sangat menguras tenaga.


Namun tidak bagi penghobi aktivitas satu itu, yakni Ganjar Bimas Pramukti, asal Kabupaten Purworejo. Dia memiliki hobi mendaki sudah sejak berada di bangku SMA kelas dua hingga sampai sekarang dengan intensitas hampir setiap bulan sekali.
Menurut dia, mendaki itu seru. Di perjalanan bisa bertemu dengan pendaki-pendaki lain dari luar daerah. “Tak ada rasa gengsi, karena kami sama-sama memiliki ingin refreshing," ungkap pria kelahiran Kulon Progo, 4 Juli 1996 itu. Rasa lelah, semua terbayar lunas usai mencapai puncak dengan suguhan pemandangan yang luar biasa.


Tak hanya bermanfaat untuk melepas penat. Banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dari mendaki. Seperti, secara tidak langsung olahraga untuk meningkatkan kebugaran fisik hingga mengistirahatkan tubuh dari pengaruh teknologi gadget.
Pengalaman mendakinya cukup banyak, yakni Gunung Merbabu dua kali, Gunung Sindoro, Gunung Sumbinh, Gunung Kembang, dan Gunung Prau tiga kali. Setiap gunung memiliki kesan dan auranya masing-masing.


Namun, pengalaman paling seru menurutnya Gunung Kembang. Meski tidak terlalu tinggi tapi track-nya full jalan merayap, licin, dan hujan angin. Pukul 01.00 dini hari, orang lain masih pada tidur di rumah justru pendaki masih main lumpur biar bisa sampai ke basecamp. “Ketemu babi juga di gunung," sebutnya.


Mendaki bukanlah hobi pasaran yang datang saat musim tertentu saja. Atau, mendaki hanya ingin ikut-ikutan dan tidak ada persiapan apapun. Baginya, mendaki butuh persiapan dan perhitungan yang matang. "Yang jelas butuh persiapan fisik, harus dalam kondisi bugar dan harus sering olahraga. Perlu persiapan seperti matras, sleeping bag, pakaian ganti, jaket gunung, senter, tenda, logistik, dan sebagian tidak boleh ketinggalan dan kurang," kata dia. (han/pra)

Editor : Satria Pradika
#gunung Merbabu #Kulon Progo #hobi #mendaki #Purworejo