Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agenda Tersembunyi Madura Kuasai Istana Kartasura

Kusno S Utomo • Jumat, 7 Juli 2023 | 02:16 WIB

Cerbung Majid Mataram oleh Kusno S Utomo
Cerbung Majid Mataram oleh Kusno S Utomo

RADAR JOGJA - Berbagai upaya mengganti Susuhunan Paku Buwono II terus berembus kencang. Beredar isu petinggi VOC di Batavia hendak mengangkat salah satu putra Pangeran Mangkunegara Kartasura yang telah menetap di Betawi. Ada juga nama Pangeran Purbaya, paman Sunan. Belakangan situasi bertambah rumit dengan manuver Pangeran Mangkubumi. Adik tiri Sunan ini juga punya syahwat menjadi penguasa. Mangkubumi diam-diam menawarkan diri menjadi raja dengan cara mendatangi loji Kompeni di Semarang.


Semua informasi tersebut sampai ke telinga Paku Buwono II yang tengah berada di Panaraga, Jawa Timur. Raja tidak bisa menyembuyikan rasa galaunya. Di tengah kerisauan itu, Sunan kemudian memutuskan melakukan meditasi ke Gunung Sawo.
Dari cerita Babad Pacina, sewaktu meditasi, Paku Buwono II mengalami sejumlah kejadian gaib. Salah satunya, ditemui makhluk halus yang mengaku bernama Sunan Lawu. Makhluk halus itu berpesan akan membantu upaya Paku Buwono II merebut kembali takhta Mataram. Bantuan diberikan melalui bala tentara jin.


Terjadi perang batin dalam diri Sunan yang dikenal religius ini. Antara bersedia menerima atau menolak tawaran makhluk halus itu. Akhirnya Paku Buwono II bersedia menerima bantuan yang diberikan Allah walaupun dalam wujud makhluk halus.
Tidak lama kemudian Sunan mengirimkan utusan ke Gunung Wilis untuk bertemu dengan seseorang yang punya kekuatan supranatural. Namanya Panembahan Sukhanda. Sunan mendapatkan keterangan agar menyerahkan takhtanya kepada putra mahkota, Raden Mas Gusti (RMG) Suryadi.


Dari pengamatan spiritual Sukhanda, ibarat tanaman, Sunan telah disundul oleh bibitnya. Itulah yang menyebabkan kekuasaan Sunan terlihat seperti layu. Paku Buwono II sangat memperhatikan masukan Sukhanda Sunan kemudian mengangkat Suryadi menjadi raja. Sedangkan Paku Buwono II beralih nama menjadi Panembahan Brawijaya.


Meski menjadi panembahan, Paku Buwono II tetap mengendalikan pasukan Panaraga merebut kembali ibu kota negara (IKN) Mataram di Kartasura. Pasukan di bawah komando Mlayakusuma telah sampai di Jagaraga, Ngawi. Tak jauh dari itu juga ada pasukan Madura. Mereka mendirikan kemah di dekat pasukan Panaraga. Meski berdekatan, kedua pasukan tidak saling serang. Sebaliknya, mereka sedang adu cepat berlomba menuju Kartasura.


Saat sampai di Bengawan Sala, pasukan Panaraga dan Madura dihadang prajurit Sunan Kuning yang dipimpin Mangunoneng. Pasukan Panaraga menghadapi kesulitan melawan anak buah patih Sunan Kuning itu. Bala bantuan untuk pasukan Panaraga segera datang. Pasukan bantuan berasal dari pasukan Suradiningrat yang berhasil memukul mundur laskar Tionghoa di bawah Kapitan Sepanjang.


Dalam situasi pasukan Panaraga terdesak, tentara Madura tidak bersedia membantu. Anak buah Bupati Cakraningrat itu justru menyelinap menyeberang Bengawan Sala. Tujuannya langsung ke istana Kartasura. Pergerakan pasukan Madura ini membuat panik Patih Mangunoeng. Dia langsung memerintahkan pasukan bergerak mundur. Kepentingannya melindungi takhta Sunan Kuning dari gempuran pasukan Madura.


Sunan Kuning harus menghadapi serangan dari tiga kekuatan sekaligus. VOC dari arah Salatiga dan pasukan Panaraga plus tentara Madura dari sisi timur. Serangan tiga kekuatan itu bertujuan sama. Melengserkan Sunan Kuning dari Kartasura. Namun latar belakang dari tiga kekuatan itu berbeda. Pasukan Panaraga ingin menduduki takhtanya kembali. Ini didukung VOC yang ingin menjaga stabilitas Jawa agar kepentingan bisnis Kompeni tidak lagi terganggu.


Sebaliknya, Bupati Madura Cakraningrat punya agenda lain yang tersembunyi. Ingin merdeka dan terpisah dari Negara Kesatuan Kerajaan Mataram (NKKM). Cakraningrat juga berobsesi membangun kekuatan militer yang hebat menandingi kekuatan VOC. Tujuannya agar Kompeni tidak bertindak seenaknya terhadap Madura. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Cerbung #Kusno S. Utomo #mangkunegara #Susuhunan Paku Buwono II #Kartasura #mataram #VOC #batavia