Pelaksanan Harian Rektor UIN Sunan Kalijaga ini menjelaskan, semua itu dapat kita temukan di Bible juga di Alquran. Seminar ini digelar UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan Netherlands-Indonesia Consortium for Muslim-Christian Relations dan Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir(AIAT). Tema ini diambil sebagai tanggung jawab akademisi utamanya UIN Sunan Kalijaga untuk ikut serta terlibat dalam memahami realita kehidupan yang masih banyak masalah.”Misalnya terorisme, intoleransi, korupsi, ketidaksetaraan gender, ketidakadilan, dan masalah sosial lainnya,’’ jelasnya.
Menurut Prof Sahiron, dalam realita saat ini, masih banyak masalah yang belum mendapatkan penyelesaian yang terbaik. Prof Sahiron berharap, akademisi dapat berkontribusi dalam penyelesaian semua permasalahan dunia. Konferensi ini menjadi forum tantangan bagi akademisi untuk berkontribusi dalam masalah - masalah dunia. Bagaimana kita mengkontekstualisasikan teks kitab suci. Kita tidak boleh hanya stuck pada aspek linguistik saja. Tetapi kita harus mencari apa yang ada di balik teks.
Dikatakannya, pendekatan Ma’na Cum Maghza dapat membantu kita dalam memahami teks kitab suci. Pendekatan ini berupaya mendialogkan teks dan konteks dengan menggali makna historis dan pesan utama dari teks.
Pendekatan Ma’na Cum Maghza dalam memahami wahyu illahi/firman Tuhan merupakan temuan Prof Sahiron sebagai karya ilmiahnya yang disampaikan kepada masyarakat luas pada orasi ilmiah pengukuhan guru besar.
Ketua Konsorsium dari Radboud University, Netherland Prof Frans Wisjen menyampaikan, hubungan antaraumat beragama dan teks kitab suci bersifat timbal balik. Umat beragama melakukan sesuatu untuk member makna terhadap teks. Dan di saat yang sama, kitab suci memberikan apa yang oleh banyak orang disebut sebagai tuntunan dan makna untuk umat beragama dan untuk kemanusiaan.
Secara khusus, konferensi yang dihadiri ratusan peserta dari dosen, peneliti Alquran dan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar negeri ini, diadakan untuk secara simbolik memperingati hubungan baik antaraumat beragama di Indonesia dan di dunia.
Ketua panitia konferensi yang juga Dosen Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Ahmad Rafiq PhD menjelaskan, konferensi internasional ini menghadirkan empat sesi utama dengan pembicara-pembicara yang berasal dari Indonesia, Belanda, Malaysia, dan Amerika Serikat. Para guru besar yang didapuk sebagai pembicara menyampaikan presentasi tentang tema yang beragam, meliputi hubungan manusia modern dengan teks kitab suci, bagaimana kitab suci bias diharapkan berbicara tentang isu jender, politik dan sosial, serta bagaimana kitab suci diterima oleh umat beragama.(din)