Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ke Keraton, Kaisar Jepang Napak Tilas, Siang Kunjungi Sabo, Malam dengan Sultan

Satria Pradika • Rabu, 21 Juni 2023 | 13:15 WIB

 

Penghageng KHP Datu Dana Suyasa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Mangkubumi di Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (20/6/23). 
Penghageng KHP Datu Dana Suyasa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Mangkubumi di Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (20/6/23). 
RADAR JOGJA -  Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako hari ini (21/6) dijawalkan melakukan kunjungan ke Keraton Jogjakarta. Kedatangan tamu negara ini untuk makan malam bersama Raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Bawono Ka 10. 


Sebelum momentum makan malam, Kaisar Naruhito bersama Sultan akan dipersembahkan sebuah tarian Beksan Lawung Ageng. "Seperti biasa kami menerima, jadi kami juga mempersembahkan tarian, kemudian dinner," kata Penghageng KHP Datu Dana Suyasa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Mangkubumi. 


Tarian Beksan Lawung Ageng merupakan salah satu tarian pusaka yang dimiliki Keraton Jogjakarta. Ini menjadi tari yang menggambarkan adu ketangkasan prajurit bertombak. Beksan Lawung Ageng diciptakan Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) yang terinspirasi perlombaan watangan.  
Watangan adalah latihan ketangkasan berkuda dan memainkan tombak yang biasa dilakukan oleh abdi dalem prajurit pada masa lalu.  


Terkait hidangan khusus makan malam, putri pertama Raja Keraton itu tidak tahu pasti. "Menu (makanan) saya nggak tahu. Yang mempersiapkan adik saya," ujarnya. 


GKR Mangkubumi melanjutkan, persiapan penyambutan Kaisar Jepang sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Ia berharap kunjungannya ke Keraton Jogja berjalan lancar.
"Kalau kami di Keraton persiapannya sudah cukup banyak, karena sudah dua minggu kami berkolaborasi dengan timnya Kaisar. Ya, mudah-mudahan besok (hari ini, Red) lancar dan berjalan dengan baik," jelasnya. 


Pada prinsipnya, salah satu agenda Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako di Jogja adalah napak tilas. Sebab Kaisar Jepang sebelumnya juga pernah berkunjung ke Keraton Jogja pada 1991 silam. "Kan mereka napak tilas. Dulu orang tuanya visit ke kita. Nah, yang bertahta sekarang ini berkunjung ke kita," tambah puteri sulung HB Ka 10 ini. 


Diagendakan Kaisar Naruhito dan rombongan tiba di Keraton Jogja bertemu Sultan untuk royal dinner pada pukul 18.00 hingga 19.45. Agenda sebelumnya pukul 14.45-15.25, rombongan Kaisar Jepang melakukan peninjauan ke Balai Teknik Sabo PUPR di Sleman.


Bersihkan Rontek dan Spanduk di Jalanan


Berbagai spanduk dan rontek di sepanjang jalan wilayah DIJ dibersihkan, terutama jalur yang dilalui iring-iringan kendaraan Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako. Sehingga estetika jalanan akan terjaga untuk penyambutan kunjungan kenegaraan Kaisar Jepang itu. 


Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad mengatakan, spanduk dan rontek yang dibersihkan terutama di jalur yang dilalui iringan kendaraan Kaisar Naruhito. Salah satunya jalur menuju Hotel Tentrem Jogja tempatnya menginap. "Kami bersihkan rontek-rontek yang di sepanjang jalan, termasuk yang arah Keraton," katanya Selasa (20/6/23). 


Noviar menjelaskan, personel yang diterjunkan 80 orang, terbagi dalam dua tim. Selain jalur ke arah Keraton yang disasar di antara tim pertama menyasar jalur dari Hotel Tentrem ke utara lalu ke barat sampai Maguwoharjo (Sleman). 


Satu tim lainnya dari Hotel Tentrem ke barat langsung masuk Sleman ke arah perbatasan dengan Borobudur (Kabupaten Magelang). "Jenisnya yang membuat kotor jalan, ya spanduk, rontek-rontek yang ditempel di tiang-tiang. Kalau yang baliho kan besar nggak bisa sekarang," ujarnya. 


Menurutnya, pembersihan sejatinya sudah rutin dilakukan Satpol PP DIJ. Namun, oknum pelaku selalu saja kucing-kucingan dengan petugas. Sehingga fenomena spanduk dan rontek masih saja tak terhindarkan dan masih mengotori ruas jalan.
"Kalau yang selama ini tiap kami bersihkan dipasang lagi. Kalau kita menjaga kan nggak mungkin satu tempat dijaga 24 jam karena personel kita nggak cukup. Hari ini (kemarin, Red) harus sudah bersih," tambahnya. 


Selain itu, pihaknya juga menerjunkan 80 personel untuk membackup pengamanan. "Kalau kami pengamanannya yang Kepatihan ke arah Keraton. Kami juga tempatkan personel, selain TNI/Polri sebagai yang yang utama. Kami mem-backup saja," ujarnya.  (wia/laz/sat)

Editor : Satria Pradika
#naruhito #raja keraton Jogja #kaisar jepang