Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogjadiwarna, Wujud Keberagaman Sekolah Tumbuh Dalam Melihat Kekayaan Budaya Jogjakarta

Dwi Agus. • Kamis, 15 Juni 2023 | 06:29 WIB

APIK : Mengusung tajuk Jogjadiwarna, ratusan siswa Sekolah Tumbuh dari jenjang TK hingga SMA meramaikan Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma Jogjakarta, Rabu malam (14/6).
APIK : Mengusung tajuk Jogjadiwarna, ratusan siswa Sekolah Tumbuh dari jenjang TK hingga SMA meramaikan Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma Jogjakarta, Rabu malam (14/6).

RADAR JOGJA - Mengusung tajuk Jogjadiwarna, ratusan siswa Sekolah Tumbuh dari jenjang TK hingga SMA meramaikan Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma Jogjakarta, Rabu malam (14/6). Seluruhnya berkolaborasi dalam pementasan drama kolosal dan teater yang dibungkus alunan musik pop dance akustik.

Pimpinan produksi Jogjadiwarna Emy Rahmawati menuturkan pementasan merupakan kolaborasi para edukator dan siswa. Dikemas dalam ragam tarian tradisional dan modern. Dengan latar belakang beragam kekayaan kearifan lokal di Jogjakarta.

“Jogjadiwarna adalah bagian dari The End of Year Celebration, sebuah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekolah Tumbuh setiap akhir tahun ajaran dalam menunjukkan hasil karya dari proses pembelajaran,” jelasnya ditemui di sela pementasan, Rabu malam (14/6).

Baca Juga: Ketemu Putri Ariani, Presiden Jokowi Siap Kerahkan 53 Juta Followers Instagramnya di AGT 2023

Kepala SMA Tumbuh menjelaskan bahwa para siswa pentas secara mengalir. Ini menyesuaikan para pemeran yang mayoritas anak-anak. Sehingga pementasan tidak kaku dan skenario bisa berubah sewaktu-waktu.

Terlihat saat para anak-anak TK Sekolah Tumbuh menarikan tarian Gajah. Ada momen seorang anak berdiam diri saat berada di panggung. Sementara beberapa siswa lainnya ada yang lari keluar dari panggung pementasan.

“Iya mengalir saja, ada bagian cerita dimana anak-anak memperkenalkan tentang budaya, kuliner bahkan edukasi tentang pangan lokal,” katanya.

Baca Juga: Satu Windu J Trust Bank Wujudkan Impian Bersama Nasabah dan Masyarakat Indonesia

Walau dikemas dengan bermain, namun tetap ada pesan yang disampaikan. Terutama tentang keberagaaman dan kekayaan kearifan lokal Jogjakarta. Tak hanya seputar kesenian namun juga dolanan bocah hingga ragam kuliner.

“Jadi tidak hanya merayakan pencapaian belajarnya. Kolaborasi paling apik adalah saat scene yang arak-arakan grebeg gunungan yang diikuti oleh seluruh penampil acara,” ujarnya. 

Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara (YEAN) KPH Wironegoro menilai panggung tak hanya berbicara tentang karya. Lebih jauh juga mengajarkan anak-anak untuk berani tampil. Lalu membangun interaksi sehingga menjadi kolaborasi yang indah. 

“Kegiatan serupa ini adalah salah satu cara memberikan pendidikan untuk tampil di depan publik. Hal yang dibutuhkan selain kemampuan lain seperti akademis dalam menjadi pemimpin dan menjadi manusia berkarakter,” katanya. (dwi)

Editor : Dwi Agus.
#drama kolosal #pentas teater #Sekolah tumbuh #Jogjadiwarna