Dari hasil pemantauan tim Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, sejumlah orang tua siswa sekolah dasar negeri banyak yang mengalami kesulitan tidak bisa mendaftar. Mereka kesulitan memasukkan datanya ke dalam sistem dengan menggunakan RTO.
"Meskipun dibantu oleh panitia dari pihak sekolah tetap saja data tidak bisa dimasukin ke sistem," ujar salah satu anggora Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba.
Menurut Kamba di hari pertama pendaftaran PPDB banyak penggunanya. Sehingga sistem mengalami down server.
Seperti di SD Negeri Jetisharjo dan SD Negeri Lempuyangwangi Kota Jogja. Di sana sejumlah orangtua mengeluhkan kendala yang sama ketika masuk aplikasi PPDB Kota Jogja. Padahal para orangtua datang ke sekolah sejak pukul 08.00.
Kamba mengatakan, ada sebanyak 33 SD Negeri di Kota Jogja yang sedang melakukan PPDB dengan sistem RTO. "Apabila server masih mengalami gangguan atau down hingga hari terakhir pendaftaran PPDB ditingkat SD, maka dari Disdikpora Kota Jogja mengambil kebijakan dengan menambah jam pendaftaran," jelasnya.
Ditambah lagi Kamba juga mengimbau kepada para orang tua calon peserta didik baru jika ada kendala bisa datang langsung ke sekolah atau kantor Disdikpora Kota Jogja dan Forpi Kota Jogja. "Kami juga membuka posko aduan PPDB mulai hari ini," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid PTK Data dan Sistem Informasi Dindikpora Kota Jogja Marwoto membenarkan hal tersebut. Menurutnya kendala berasal dari aplikasi RTO yang membuat para pendaftar tidak bisa masuk ke sistem.
"Itu disebabkan oleh aplikasinya bukan jaringannya. Dan kemungkinan di hari pertama ini banyak yang mengakses. Sehingga mengalami sedikit masalah," tambahnya.
Marwoto juga tidak memungkiri dengan adanya kendala di hari pertama itu yang mambuat para orang tua panik. "Tadi banyak para orang tua yang kelabakan dan mengadu ke posko. Tapi hal itu cuma terjadi sekitar satu setengah jam saja. Dan setelah itu bisa kami atasi," tandasnya (cr2/bah/sat)
Editor : Satria Pradika