Tarikan Proyek Revitalisasi Ditelusuri, Dewan Pendidikan Kebumen Cek Sekolah Negeri secara Acak

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:15 WIB
KROSCEK: Anggota Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Kebumen Agus Hasan Hidayat membuka ruang dialog dengan Kepala Sekolah SDN 5 Panjer Rabu (7/10). (M Hafied/Radar Jogja)
KROSCEK: Anggota Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Kebumen Agus Hasan Hidayat membuka ruang dialog dengan Kepala Sekolah SDN 5 Panjer Rabu (7/10). (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Dugaan adanya tarikan kepada sekolah dalam pelaksanaan proyek revitalisasi menjadi perhatian Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Kebumen. Informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial tersebut kini ditelusuri dengan mendatangi sejumlah sekolah negeri penerima bantuan.

SDN 5 Panjer menjadi sampel pertama pengecekan Rabu (7/10). Penelusuran akan dilanjutkan ke sekolah negeri lainnya untuk memastikan apakah dugaan tarikan tersebut hanya terjadi di satu lokasi atau terdapat persoalan serupa di sekolah lain.

Anggota Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Kebumen Agus Hasan Hidayat mengatakan, pengecekan akan dilakukan secara acak di sekolah lain untuk memastikan pelaksanaan proyek revitalisasi berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis). Penelusuran tersebut sekaligus untuk mencari tahu apakah ada permintaan biaya atau intervensi dalam pelaksanaan proyek. “Kami cari lokasi random. Setelah ini pindah ke sekolah lain,” kata Agus kepada Radar Jogja Rabu (7/10).

Baca Juga: 290 Pekerja di Kabupaten Bantul Kena PHK, Sektor IT hingga Kesehatan Terdampak

Menurut Agus, langkah tersebut diambil setelah informasi mengenai dugaan tarikan dalam proyek revitalisasi ramai beredar di masyarakat dan media sosial. Dewan Pendidikan memilih melakukan pengecekan langsung untuk mencocokkan informasi yang berkembang dengan kondisi di lapangan.

“Pada prinsipnya kami coba ambil informasi langsung. Dikroscek apakah sesuai juknis,” ujarnya.

Agus menegaskan, pengecekan ke sekolah bukan untuk memberikan cap negatif kepada penerima bantuan. Dewan Pendidikan ingin memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan revitalisasi di berbagai sekolah.

Pihaknya juga meminta sekolah terbuka apabila mendapat intervensi atau permintaan biaya tertentu selama proyek berlangsung. Setiap informasi yang ditemukan akan dikaji sebelum disampaikan kepada Pemkab Kebumen melalui dinas terkait. “Dari informasi yang ada kami kaji. Kalau pun ada masukan, kami sampaikan ke pemda melalui dinas,” katanya.

Baca Juga: Penumpang WNA Naik 7,8 Persen, KAI Daop 6: Dongkrak Ekonomi Pariwisata

Kepala Sekolah SDN 5 Panjer Saifudin Ali mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya setoran seperti yang diperbincangkan. Ia bahkan baru mendengar informasi tersebut saat Dewan Pendidikan melakukan pengecekan. “Sampai detik ini belum tahu setoran apa. Selama tidak kami lakukan, biasa-biasa saja,” ujar Saifudin.

SDN 5 Panjer, lanjutnya, menerima bantuan revitalisasi senilai Rp 1,2 miliar dari anggaran negara. Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki sembilan ruang kelas, dua ruang administrasi, ruang laboratorium, serta penataan lingkungan dan toilet.

Proyek dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan warga sekitar. Saifudin menyebut lebih dari separuh pekerja berasal dari lingkungan sekitar sekolah, sedangkan ketua pembangunan berasal dari komite sekolah. “50 persen lebih pekerja pakai warga sini. Ketua pembangunan dari komite. Juknis kami laksanakan betul,” jelasnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
tarikan sdn 5 panjer kebumen revitalisasi dewan pendidikan