Stupa Induk Candi Borobudur Magelang Dipugar, Akses Pengunjung Dibatasi

Naila Nihayah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:23 WIB
BERPROSES: Stupa induk Candi Borobudur tampak dipugar setelah lebih dari satu abad, Senin (5/10/2026). (Naila Nihayah/Radar Jogja)
BERPROSES: Stupa induk Candi Borobudur tampak dipugar setelah lebih dari satu abad, Senin (5/10/2026). (Naila Nihayah/Radar Jogja)

 MUNGKID - Stupa induk Candi Borobudur tengah menjalani pemugaran, khususnya pada bagian yasti. Pekerjaan itu dilakukan setelah hasil riset menunjukkan terdapat sejumlah bagian yang perlu diperbaiki pada struktur stupa. Sebab usianya telah mencapai lebih dari satu abad.

Berdasarkan pantauan dari area Marga Utama, tampak konstruksi scaffolding atau perancah di bagian atas stupa induk. Selain itu, ada pula paranet atau jaring yang mengelilinginya.

Kondisi itu praktis membuat pengelola melakukan penyesuaian alur kunjungan wisatawan. Supaya pekerjaan dapat berlangsung tanpa terganggu aktivitas pengunjung.

Direktur Operasi InJourney Destination Management (IDM) Indung Purwita Jati menjelaskan, pemugaran dilakukan karena terdapat beberapa bagian pada yasti atau bagian tertinggi dari stupa induk yang perlu mendapat perbaikan.

"Perbaikannya cukup masif karena batu ini sudah cukup lama dan belum pernah kita cek, belum pernah kita pugar," kata Indung di Manohara Borobudur Cultural Center, Senin (5/10).

Untuk menjaga keselamatan sekaligus memberi ruang bagi pekerjaan pemugaran, kata dia, akses pengunjung ke bagian atas candi kini dibatasi. Pengunjung maksimal dapat mencapai lantai 8, sedangkan peserta program sunrise dan sunset masih dapat naik hingga lantai 9.

Sementara pekerjaan pemugaran berlangsung di lantai 10, tepat pada area stupa induk. Pembatasan tersebut dilakukan agar aktivitas wisatawan tidak bercampur dengan pekerjaan konservasi yang sedang berlangsung.

"Kita perlu melakukan seperti itu supaya pekerjaan pemugaran bisa berjalan dengan baik, tidak terganggu visitors yang naik ke atas," ujarnya.

Indung mengatakan, dari sisi pengelolaan kunjungan, perubahan alur tersebut sejauh ini tidak mengurangi kenyamanan wisatawan. Pengunjung masih dapat menikmati kawasan Candi Borobudur dari bagian atas sesuai batas akses yang ditentukan.

Dia menyebut, pengaturan itu merupakan bagian dari rekayasa kunjungan selama proses pemugaran berlangsung. Dia juga memastikan, wisatawan tetap memiliki pengalaman berkunjung meski terdapat pembatasan pada lantai tertentu.

"Dan itu sekarang solved, tidak ada komplain dari pengunjung. Pengunjung tetap juga bisa menikmati Borobudur dari atas," terangnya.

Saat disinggung soal proses teknis pemugaran, Indung menambahkan, hal itu berada di ranah teknis tim dari Museum dan Cagar Budaya (MCB). Sebab pengelola lebih berfokus pada pengaturan pergerakan wisatawan selama pekerjaan berlangsung.

Dia juga tidak memberikan penjelasan mengenai kemungkinan pekerjaan tersebut berkaitan dengan pemasangan chattra. Dia menegaskan, informasi mengenai aspek kebudayaan dan teknis pemugaran merupakan kewenangan pemerintah dan MCB.

"Kalau masalah chattra bukan ranah kita untuk menjawab. Itu nanti dari pemerintah dan pihak kebudayaan yang menjawab," bebernya.

Adapun penyesuaian alur kunjungan selama pekerjaan berlangsung ditargetkan hingga akhir Oktober. Selama periode tersebut, pengelola akan mempertahankan pengaturan akses ke bagian atas candi agar pekerjaan pemugaran stupa induk dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas wisatawan.

Sementara itu, Subkoordinator Museum dan Cagar Budaya (MCB) Warisan Dunia Borobudur Wiwit Kasiyati mengatakan, hingga kini belum ada informasi atau penjelasan terkait detail pemugaran tersebut.

"Maaf, sampai sekarang ini belum ada informasi dari (pemerintah) pusat (soal penugaran)," bebernya melalui pesan singkat. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
stupa borobudur dipugar dibatasi stupa pengunjung