Gratis Belajar Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi LPG di Edupark Biogas Terpadu Banyumudal, Kebumen

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 21:12 WIB
Kepala Desa Banyumudal, Suprapto menunjukkan peralatan pemanfaatan limbah ternak yang mampu diubah menjadi energi gas. (M Hafied/Radar Jogja)
Kepala Desa Banyumudal, Suprapto menunjukkan peralatan pemanfaatan limbah ternak yang mampu diubah menjadi energi gas. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan kini mulai bertransformasi dengan hadirnya Edupark Biogas Terpadu Banyumudal. Konsep kawasan eduwisata tersebut menjadi magnet baru sebagai ruang belajar interaktif bagi masyarakat. Ruang terbuka hijau ini sangat cocok untuk berekreasi sekaligus menimba ilmu mengenai peternakan dan pertanian.

Kawasan eduwisata ini dibangun pada awal 2024. Yakni melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI dan masyarakat setempat. Kawasan tersebut berada di atas lahan sekitar 150 ubin atau 2.100 meter persegi. "Pelan-pelan mulai ramai," ungkap Kepala Desa Banyumudal, Suprapto saat ditemui Radar Jogja, Jumat (2/10).

Meski tidak begitu luas, fasilitas tempat wisata edukasi ini terbilang cukup lengkap. Di lokasi, pengunjung akan menyaksikan langsung perpaduan konsep kawasan peternakan, perikanan, biogas dan tanaman pangan dalam satu lokasi.

Baca Juga: Bu Dukuh Rencana Mau Pulang Awal dari Trans Home karena Ada Acara Tahlilan Mertuanya di Rumah

Selain dapat berekreasi sekalian belajar, tempat ini juga irit diongkos karena pengelola tidak menerapkan tiket masuk maupun retribusi parkir. "Di sini belajar ilmu timbal balik. Manusia kepada hewan dan tumbuhan. Semua free, nol rupiah," jelasnya.

Suprapto mengatakan, salah satu ikon eduwisata yang menjadi daya tarik adalah pemanfaatan limbah tenak menjadi energi. Artinya program tersebut tidak sekadar berorientasi pada penggemukan sapi, tetapi juga fokus memanfaatkan kotoran ternak untuk menghasilkan gas.

Dari gas tersebut kemudian disalurkan ke rumah warga untuk membantu mengurangi penggunaan gas LPG. "Idealnya untuk 50 rumah. Tapi sekarang masih terbatas, kendala kami peralatan untuk menjangkau ke rumah-rumah," bebernya.

Baca Juga: SMA Pangudi Luhur Tumbangkan SMAN 11 Yogyakarta, Siap Menuju Babak Playoff Ajang DBL 2026 DIY

Selain menghasilkan gas, pengelolaan ternak juga diarahkan untuk pemberdayaan warga. Saat ini terdapat sembilan sapi jenis Limousin yang dikelola warga. Hasil dari ternak tersebut akan dibagi dengan warga yang terlibat dengan pembagian porsi 70 persen dari laba.

 "Yang datang, kami jelaskan bagaimana kotoran sapi berguna sekali jika dimanfaatkan optimal," ungkapnya.

Selain sapi, kawasan eduwisata tersebut juga dilengkapi ternak kambing dan ayam serta kolam perikanan. Beragam tanaman juga dibudidayakan, seperti sawi, cabai dan singkong. Keberadaan kawasan tersebut kini mulai menarik perhatian pelajar dari berbagai wilayah. Mereka yang datang mayoritas anak-anak dari jenjang SD hingga SMP. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
Banyumudal edupark biogas terpadu nol rupiah kebumen kotoran sapi