PURWOREJO - Bagi warga Desa Bedono Pageron, Kecamatan Kemiri, Purworejo proses pembibitan pohon kini bukan hanya sekadar aktivitas sampingan.
Banyaknya pesanan bibit dari luar daerah telah membuka peluang usaha bagi warga setempat. Denyut ekonomi di desa ini terasa hidup dari berkembangnya usaha pembibitan.
Pantauan Radar Jogja, di sepanjang Jalan Kemiri-Bruno geliat aktivitas pembibitan pohon mulai terlihat. Begitu masuk wilayah Desa Bedono Pageron, langsung tercermin adanya sentral pembibitan.
Baca Juga: Atap TPS Pasar Imogiri Jebol, Usulan Perbaikan Belum Terealisasi sejak Awal Tahun
Halaman rumah warga terlihat dipenuhi polybag atau wadah berisi beragam jenis bibit tanaman. Hamparan sawah produktif juga tampak diubah menjadi lahan pembibitan.
Seorang pembibit tanaman Sugito, 49, mengatakan, selama bertahun-tahun ekonomi keluarganya terbantu dari hasil penjualan bibit tanaman. Usaha tersebut dinilai telah menjadi sumber penghidupan yang diwariskan secara turun-temurun. "Saya ikut orang tua. Awalnya cuma bibit jeruk, sekarang banyak jenis bibit," ungkapnya, Jumat (25/9).
Menurut Sugito, telah lama Desa Bedono Pageron dikenal daerah luar sebagai sentra bibit tanaman buah. Mayoritas warga cenderung memilih mengembangkan bibit tanaman buah ketimbang bibit kayu keras. Tanaman buah dipilih karena permintaan pasar lebih banyak.
Baca Juga: Tetap Bangga Meski Tumbang, Koreo Halloween Suporter Nine Senior Trappsila Curi Perhatian DBL Jogja
"Bisa dicek, hampir setiap rumah ada pembibitan. Ya, karena laku terus, produksi terus," ujarnya.
Awalnya, kata Sugito, sebagian besar warga lebih banyak mengembangkan bibit jeruk. Namun berkembangnya permintan pasar, jenis tanaman yang dibudidayakan semakin bertambah. Dia menyebut, bebagai jenis bibit tanaman yang mudah dijumpai seperti buah kelengkeng, jambu, jeruk, durian, sawo, manggis, rambutan hingga mangga.
Saat ini, Sugito memiliki sekitar 10 ribu bibit jambu kristal siap jual. Selain itu, dia juga sedang merawat 5.000 bibit jeruk, 400 bibit alpuka dan 1.000 bibit durian. Bibit tersebut dijual dengan harga bervariasi mulai Rp 35 ribu hingga Rp 225 ribu, tergantung ukuran dan jenis tanaman. "Sekarang paling dicari bibit alpukat sama durian. Jenis musangking dan duri hitam laris," katanya.
Baca Juga: Mau Dukung Jagoanmu di DBL Favorite Jogja 2026? Begini Cara Votingnya
Warga lain Sulistiyanti, 45, mengungkapkan, kualitas bibit menjadi salah satu daya tarik pembeli datang ke desanya. Menurutny, aktivitas pembibitan di Desa Bedono Pagerob mulai berkembang pesat delapan tahun terkahir.
Hampir setiap halaman dan pekarangan rumah dipenuhi area pembibitan dengan skala berbeda. "Daerah penghasil jeruk ambil bibitnya dari sini. Bilangnya karena kualitas lebih bagus," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bedono Pageron Bejo mengatakan, mayoritas warganya menggeluti usaha pembibitan. Hampir sebagian besar warga desanya telah menggantungkan hidup dari usaha pembibitan seiring banyaknya pesanan dari luar daerah.
Dia beryukur dari usaha tersebut terbukti membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi di desanya. "Rata-rata warga usaha bibit tanaman. Dari segala penjuru sampai luar pulau datang ke sini," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo