Api Kembali Menyala karena Bara Belum Mati, Lahan Terbakar di TNGM Mencapai 18 Hektare

Naila Nihayah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB
Titik kebakaran di kawasan TNGM, Jurang Jero, Srumbung Rabu (23/9). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
Titik kebakaran di kawasan TNGM, Jurang Jero, Srumbung Rabu (23/9). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)  

MUNGKID - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Blok Gentong, Jurang Jero, Srumbung, Kabupaten Magelang kembali membesar Rabu (23/9) pagi. Api yang muncul sehari setelah pemadaman diduga berasal dari bara yang masih tersimpan di bawah material terbakar.

Padahal sebelumnya, tim gabungan berhasil memadamkan dua titik api di kawasan tersebut pada Selasa (22/9) malam. Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 dan dilanjutkan pengecekan sampai sekitar pukul 23.00.

Pengecekan dan pembersihan kebakaran kembali dilakukan esok harinya pukul 08.00. “Tim masih ke sana untuk memastikan atau mengontrol sisa-sisa api yang mungkin masih ada,” kata Kepala Balai TNGM Tutut Heri Wibowo.

Baca Juga: Stunting di Kot Jogja Turun Signifikan, Kini Jadi 8,24 Persen: Klaim Intervensi Gizi sejak Dini

Dia menyebut, ketika malam, titik api relatif mudah terlihat apabila masih menyala. Sebaliknya, pada siang hari bara dapat tertutup material yang terbakar sehingga yang terlihat dari permukaan hanya kepulan asap.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Magelang-Sleman Balai TNGM Sutris Haryanta mengatakan, asap mulai terlihat sekitar pukul 09.30. Dari kepulan asap tersebut, petugas menemukan kembali titik api di Blok Gentong. “Di bawah nggak tampak (bara, Red), cuma muncul asap. Ternyata masih membara,” ujarnya.

Baca Juga: Temukan Bukti Percakapan Seksual, Istri Laporkan Gus Nurul dan FN atas Dugaan Perzinaan ke Polda DIY

Api kemudian kembali membesar karena kondisi angin cukup kencang. Cuaca panas dan material kering di kawasan hutan membuat api mudah merambat.

Tim yang semula hendak membersihkan sisa kebakaran di bagian bawah kawasan akhirnya mengalihkan fokus untuk menangani titik api yang kembali membesar.

Sekitar 100 personel diterjunkan dalam penanganan tersebut. Mereka terdiri atas petugas TNGM dan warga. Pemadaman dilakukan menggunakan pompa air semprot serta peralatan manual seperti gepyok untuk memutus material yang terbakar.

Ketersediaan air menjadi salah satu kendala di lapangan. Pasokan diperoleh dari sejumlah sumber, termasuk bantuan warga, BPBD, sumber air sekitar kawasan, serta area pabrik dan lokasi dekat loket. Vegetasi yang terbakar didominasi semak, bambu, dan material kering di permukaan. Sebagian besar pohon masih berdiri meski terdapat sejumlah vegetasi yang ikut terbakar.

 

Luas kawasan terdampak diperkirakan sekitar 18 hektare. Namun, luas tersebut masih dapat bertambah jika api kembali menyebar. 

Balai TNGM belum memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sumber api dari aktivitas manusia, seperti puntung rokok atau sumber api lainnya, masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain penyebab, nilai kerugian akibat kebakaran juga belum dapat dihitung. Penghitungan kerugian tidak hanya mempertimbangkan pohon yang terbakar, tetapi juga vegetasi lain serta dampak terhadap kawasan konservasi. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) blok gentong tngm Kebakaran lahan