Sasar Padi dan Cabai, Baznas Kembangkan Lumbung Pangan 90 Hektare di Kabupaten Magelang

Naila Nihayah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 01:23 WIB
Bupati Magelang saat menghadiri FGD program lumbung pangan padi dan cabai Baznas RI, Jumat (18/9).
Bupati Magelang saat menghadiri FGD program lumbung pangan padi dan cabai Baznas RI, Jumat (18/9).

 

 

 

 

 

MUNGKID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengembangkan program lumbung pangan di Kabupaten Magelang dengan menyasar lahan pertanian seluas sekitar 90 hektare. Program tersebut diarahkan untuk budi daya 75 hektare padi dan 15 hektare cabai di wilayah Salaman dan Sawangan.

 

Perwakilan Divisi Usaha Pertanian dan Perkebunan Baznas RI Tatik Kurniati mengatakan, program lumbung pangan tidak berhenti pada pemberian modal kepada petani. Baznas juga menyiapkan pendampingan dari sisi budi daya, penguatan kelembagaan kelompok, manajemen keuangan, hingga akses pemasaran.

 

"Tujuannya bagaimana para petani bisa lebih profesional dalam budi dayanya, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan," kata Tatik di Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (18/9).

Baca Juga: Menelisik Fenomena "Deep-state"

 

Dia menyebut, di Kabupaten Magelang, program tersebut menyasar kelompok petani di Salaman dan Sawangan. Dari total sekitar 90 hektare lahan yang dikembangkan, komoditas padi menjadi tanaman dengan luasan terbesar, yakni 75 hektare. Sementara budi daya cabai dikembangkan di lahan sekitar 15 hektare.

 

Baznas RI memberikan dukungan program sekitar Rp 600 juta untuk dua kelompok petani. Dana tersebut menjadi bagian dari intervensi pemberdayaan usaha, yang dilengkapi pendampingan teknis untuk meningkatkan produktivitas, serta kemampuan kelompok dalam mengembangkan usaha pertanian.

 

Tatik melanjutkan, khusus komoditas cabai, Baznas juga menyiapkan skema pemasaran dengan melibatkan off-taker. Keterlibatan pembeli atau mitra penampung tersebut diharapkan memberikan kepastian pasar bagi hasil panen sehingga petani tidak hanya berkonsentrasi pada produksi, tetapi juga memiliki jalur pemasaran yang lebih jelas.

 Baca Juga: Drama Bursa Transfer, Hanif Sjahbandi yang Sempat Diumumkan Rekrutan Anyar PSS Tiba-Tiba ke Arema FC

Ketua Baznas Kabupaten Magelang M Kholid As'adi mengatakan, pelaksanaan program tersebut merupakan bentuk kepercayaan Baznas RI terhadap upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian di daerah. Harapannya program ini bisa berhasil dan memberi manfaat.

 

"Semoga tidak sekadar menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga meningkatkan kapasitas kelompok penerima manfaat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri," bebernya.

 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan pentingnya konsolidasi antarkelompok petani. Terutama dengan membangun pengelolaan pertanian dalam kawasan yang berdekatan.

 Baca Juga: Konsumsi Pertalite di DIY Naik 6-7 Persen, Seluruh Kabupaten/Kota Ajukan Tambahan Kuota

"Kalau konsolidasi geografisnya ada, akan lebih mudah. Bantuan-bantuan pemerintah juga bisa diarahkan berdasarkan konsolidasi geografis," terangnya.

 

Grengseng juga mengingatkan perlunya membangun kekompakan di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis. Menurutnya, kerja kelompok dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, sekaligus memperluas manfaat program.

 

"Petani dengan keahliannya harus bisa menjadi teladan bagi yang lain," tegasnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
baznas sawangan cabai bupati magelang padi