MAGELANG – Tangkapan layar pertemuan daring yang melibatkan para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ramai beredar di media sosial (medsos). Satu gambar menjadi sorotan karena memperlihatkan seorang peserta berada di dalam toilet saat kamera masih menyala.
Peserta yang terekam dalam gambar tersebut kepala SPPG di Kota Magelang berinisial MSM. Dalam tangkapan layar, M terlihat dalam posisi jongkok di atas kloset duduk ketika mengikuti pertemuan daring. Gambar itu pun menyebar hingga ke sejumlah akun medsos dan menjadi perbincangan warganet.
M mengakui, peristiwa tersebut terjadi karena ketidaksengajaan. Saat dikonfirmasi, dia menjelaskan, ketika itu dirinya mengikuti zoom yang diwajibkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk sosialisasi penyesuaian standar operasional prosedur (SOP) SPPG pada Senin (14/9).
Baca Juga: Terancam Turun Satu Jabatan, Pejabat Sleman Gagal Tunjukkan Kemampuan Manajerial
M mengatakan, sejak Minggu dirinya mengalami sakit perut. Ketika mengikuti zoom, kondisi tersebut membuatnya harus pergi ke toilet. Namun, dia tetap membawa ponselnya agar tidak tertinggal materi yang disampaikan dalam pertemuan.
Menurutnya, kamera ponsel sudah dinonaktifkan ketika dirinya masuk ke toilet. Ponsel tersebut kemudian diletakkan di pinggir tembok agar dia tetap bisa mendengarkan materi.
M menduga, kamera kembali aktif setelah jarinya tidak sengaja menyentuh layar ponsel. "Tiba-tiba tidak sengaja tersenggol jari saya, kena layar, lalu layarnya menyala. Saya tidak tahu kalau menyala," ujarnya lirih melalui sambungan telepon, Jumat (18/9).
Baca Juga: Seru! Jelajah Kotabaru Heritage Festival Hadirkan Sensasi Berbeda Nonton Film di Atas Becak
M mengaku, baru mengetahui tangkapan layar tersebut beredar pada Senin siang. Semula gambar itu beredar di kalangan internal SPPG melalui WhatsApp. Setelah itu, pada Kamis (17/9), penyebarannya meluas ke medsos, termasuk X maupun Instagram.
M juga menduga, ada peserta internal zoom yang mengambil tangkapan layar ketika dirinya berada di toilet. "Karena ini zoom internal, ada peserta yang tindakannya kurang menyenangkan dengan mengambil screenshot waktu posisi saya sedang membersihkan diri," katanya.
Dia menilai, persoalan tersebut bukan semata mengenai kelalaiannya saat mengikuti pertemuan daring. Tetapi juga menyangkut penyebaran tangkapan layar yang menurutnya merugikan dirinya.
Baca Juga: Proyeksi TKD 2027 Masih Minim, DPRD Jogja: Jangan Pasrah, Desak Pemkot Jemput Bola lewat Komunikasi
Terlebih, lanjut dia, dalam gambar tersebut terdapat nama dan identitasnya, sementara kondisi tubuhnya ketika itu tidak mengenakan celana. "Saya juga korban. Itu di-screenshot lalu disebarkan," terangnya.
Atas kejadian tersebut, M menyebut, telah membuat klarifikasi secara tertulis dan menyerahkannya kepada Koordinator Wilayah SPPG Magelang. Dia juga telah berkoordinasi dengan Koordinator Area Regional (Kareg) BGN Jawa Tengah.
Selain itu, M mengaku, telah melaporkan persoalan penyebaran tangkapan layar tersebut secara resmi ke Polres Magelang Kota pada Kamis (17/9). Namun, hingga Jumat, dia belum menjalani pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP). "Saya sudah melapor resmi," ucapnya.
Baca Juga: Selesaikan Aduan Warga dan Edukasi Cegah Kebakaran, Tiga Pilar Wirogunan Jogja Sambang Lingkungan
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Magelang Farhan Firdaus mengetahui kejadian tersebut setelah tangkapan layar beredar. Dia pun segera melakukan klarifikasi. "Dari yang bersangkutan menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan keteledoran," kata Farhan.
Farhan menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan sosialisasi penyesuaian SOP yang diikuti para kepala SPPG dari sejumlah daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari selama pekan, sementara insidennya terjadi pada hari pertama, Senin (14/9). Dia menjelaskan, M juga telah menyampaikan permintaan maaf kepadanya. Permintaan maaf tersebut juga diminta untuk diteruskan kepada Kareg BGN Jawa Tengah dan atasan terkait. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo