150 Stan Ramaikan Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Transaksi Ditarget Rp 2 Miliar

Naila Nihayah • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 22:15 WIB
PAPARAN: Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menyampaikan penjelasan soal perhelatan Borobudur Indonesia Expo Rabu (16/9). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
PAPARAN: Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menyampaikan penjelasan soal perhelatan Borobudur Indonesia Expo Rabu (16/9). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MAGELANG - Borobudur Indonesia Expo 2026 ditargetkan mampu menggerakkan transaksi ekonomi sedikitnya Rp 2 miliar selama empat hari pelaksanaan di Kota Magelang. Pameran yang melibatkan sekitar 150 stan itu juga diharapkan menarik 40 ribu pengunjung dan ikut mengalirkan manfaat ekonomi ke pelaku usaha di kawasan sekitar Borobudur.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah mengatakan, target tersebut tidak sekadar dipatok dari transaksi di area pameran. Kegiatan yang berlangsung 17-20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang itu diharapkan menjadi pemicu aktivitas ekonomi yang lebih luas.

“Optimistis. Magelang Fair saja kemarin lebih dari Rp 2 miliar,” kata Syaifullah Rabu (16/9).

Baca Juga: Keren! Anugerah Inovasi Gunungkidul Diikuti 149 Karya, 39 Jadi Nominator: Ini Dia Karya Terbaiknya..

Menurut dia, target tersebut dinilai realistis karena pameran melibatkan pelaku usaha dari sejumlah daerah yang menjadi hinterland Borobudur. Selain Kota Magelang, UMKM dari Kabupaten Magelang, Purworejo, Sleman, dan Kulon Progo turut ambil bagian. 

Sekitar 150 stan disiapkan dengan produk yang beragam, mulai dari UMKM, kriya, kuliner, multiproduk, hingga berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Syaifullah mengatakan, konsep tersebut sengaja diperluas agar dampak ekonomi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tidak hanya terkonsentrasi di kawasan candi. Menurut dia, pergerakan pengunjung dan pelaku usaha selama pameran berpotensi menciptakan efek berantai. Tidak hanya pedagang dan UMKM yang mendapat transaksi, tetapi juga sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga produk lokal.

Baca Juga: Sopir Travel Asal Toraja Ditemukan Meninggal dalam Mobil Terbakar di Wamena

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan produk daerah dengan pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat jejaring ekonomi antardaerah di sekitar Borobudur.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, agenda ini dirancang untuk mempertemukan berbagai potensi ekonomi daerah dengan pasar dan jejaring usaha yang lebih luas. “Dalam event ini bakal menghadirkan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, pariwisata, hingga investasi,” kata Damar. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Borobudur Indonesia Expo 2026 Borobudur Magelang event Ekonomi