MAGELANG - Pembangunan gedung instalasi gawat darurat (IGD) baru RSUD Tidar Kota Magelang terus dikebut. Gedung tersebut diharapkan segera dimanfaatkan untuk menambah kapasitas pelayanan pasien. Mengingat ruang IGD sebelumnya kerap mengalami kepadatan.
Progres pembangunan tersebut menjadi perhatian Komisi B DPRD Kota Magelang yang melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Tidar, Jumat (11/9).
Selain melihat pembangunan IGD, rombongan dewan meninjau sejumlah fasilitas rumah sakit, mulai dari CT Scan, MRI, hingga Gedung Edelweis.
Baca Juga: Pasar Sepi dan Retribusi Tetap Jalan Disoal Pedagang Pasar Bantul, DKUKMPP Akan Lakukan Kajian
Wakil Direktur Keuangan RSUD Tidar Kota Magelang Ndari Setiasih mengutarakan, pembangunan gedung IGD baru menjadi satu bagian penting dalam pengembangan fasilitas rumah sakit. Adapun nilai kontrak pembangunan gedung tersebut mencapai Rp 42.053.730.000.
Pekerjaan yang dilakukan saat ini mencakup pembangunan lantai dasar sekaligus struktur bangunan hingga lantai lima. "Jadi tahap pertama ini yang dibangun adalah lantai satu dan struktur sampai lantai lima dulu," kata Ndari.
Dia berharap, keberadaan IGD baru yang lebih luas dapat mengurangi kepadatan pelayanan yang selama ini terjadi. "Meski nanti pemanfaatannya hanya lantai satu dulu, tapi mudah-mudahan itu sudah bisa menggantikan IGD kami sebelumnya yang crowded," sebutnya.
Baca Juga: Motor Digadaikan Warga Magelang untuk Judi Hendak Ditebus tapi Ditangkap Lebih Dulu
Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Kevin Mahesa Amuwardhani menyebut, IGD menjadi satu titik yang mendapat perhatian. Sebab persoalan kepadatan ruang pelayanan sebelumnya telah lama menjadi keluhan warga.
Dia menilai, pengembangan rumah sakit juga memiliki dampak terhadap pendapatan daerah. Terlebih, RSUD merupakan satu dari beberapa sumber pendapatan asli daerah (PAD). "Keberadaan fasilitas baru diharapkan berdampak langsung terhadap kemampuan rumah sakit memberikan pelayanan kepada pasien," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak mengorbankan kualitas pekerjaan. Proyek dengan nilai puluhan miliar rupiah itu harus dikerjakan secara hati-hati karena menjadi bagian dari objek pengawasan pemerintah dan lembaga pemeriksa.
Baca Juga: Menuai Kritik, France Football Coret 5 Nama Besar dari Ronaldo hingga Pedri dari Ballon d’Or 2026
Menurut dia, penyelesaian struktur hingga lantai lima dalam proyek saat ini perlu dilanjutkan dengan pembangunan bagian gedung lainnya pada tahap berikutnya. Penyempurnaan bangunan direncanakan berlanjut pada 2027.
Waluyo juga mendorong agar rencana pengembangan fasilitas pendukung, terutama lahan parkir, ikut dipikirkan secara matang. Sebab keterbatasan parkir selama ini menjadi persoalan lain yang berkaitan dengan kenyamanan pasien dan pengunjung RSUD Tidar. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo