Liverpool vs Tottenham: Duel di Anfield, The Reds Diunggulkan Menang Pada Laga EFL Cup

RADAR JOGJA – Liverpool akan menjamu Tottenham Hotspur pada babak ketiga EFL Cup, Selasa (15/9) waktu setempat. Pertandingan di Anfield ini menjadi perhatian tersendiri karena mantan bek kiri Liverpool, Andrew Robertson, bakal kembali ke stadion yang pernah menjadi rumahnya, kali ini dengan status pemain Tottenham.
Liverpool datang ke pertandingan dengan tekanan setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Fulham di Premier League akhir pekan lalu. Situasi serupa juga dialami Tottenham yang ditahan tanpa gol oleh Everton.
Hasil kontra Fulham memperlihatkan Liverpool masih memiliki pekerjaan rumah di lini depan. Tim asuhan Andoni Iraola kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan tampil kurang tajam di sepertiga akhir lapangan.
Sejumlah pemain seperti Florian Wirtz, Dominik Szoboszlai, dan Ryan Gravenberch juga belum mampu menunjukkan performa terbaiknya. Sektor tengah menjadi salah satu area yang paling disorot karena Liverpool dinilai belum memiliki pemain yang benar-benar mampu mengatur progresi bola sekaligus menjadi pelindung lini belakang.
Baca Juga: Kakak Beradik Asal Klaten Jadi Korban KM Virgo Transport 8 Tenggelam, Sang Adik Dalam Pencarian
Dari empat pertandingan Premier League musim ini, Liverpool baru mengoleksi enam poin dan sementara berada di posisi ketujuh. Namun, mereka menunjukkan kualitas berbeda ketika tampil di Liga Champions dengan mengalahkan Atletico Madrid 2-1 pada 9 September.
Kemenangan atas Atletico menjadi satu-satunya kemenangan Liverpool dalam tiga laga kandang musim ini. Di Anfield, The Reds telah mencetak empat gol dan kebobolan tiga gol.
Meski fokus utama Iraola diperkirakan tetap berada pada Premier League dan Liga Champions, Liverpool memiliki sejarah panjang di EFL Cup. Mereka tentu tidak ingin melewatkan kesempatan mengejar gelar ke-11 sekaligus mempertegas status sebagai klub dengan koleksi trofi terbanyak di kompetisi tersebut.
Tottenham dalam Situasi Sulit
Tottenham justru datang dengan kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Dalam empat pertandingan Premier League musim 2026/27, Spurs hanya mengumpulkan dua poin setelah mencatat dua kekalahan dan dua hasil imbang.
Masalah terbesar Tottenham adalah ketidakmampuan mencetak gol. Mereka belum sekalipun menjebol gawang lawan di Premier League musim ini. Catatan tersebut menjadi awal terburuk Spurs dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Inggris jika dilihat dari produktivitas gol.
Roberto De Zerbi juga berada di bawah sorotan. Tottenham menghabiskan hampir GBP350 juta pada bursa transfer, tetapi investasi besar tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan. Spurs kini terpuruk di peringkat ke-17 dengan hanya dua poin dari empat pertandingan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




