Dampak Abu Vulkanik Ada Edaran Kemenkes, Faskes di Kebumen Ikut Siaga

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:59 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes PPKB Kebumen Aris Eko Sulistiyono
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes PPKB Kebumen Aris Eko Sulistiyono

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen ikut melakukan mitigasi terhadap dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Kratau.

 Langkah mitigasi dilakukan dengan menyiagakan fasilitas kesehatan (faskes) yang tersedia, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga laboratorium daerah.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes PPKB Kebumen Aris Eko Sulistiyono mengatakan, kesiapan faskes secara berjenjang sebagai langkah agar potensi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik tertangani dengan baik.

Baca Juga: HUT ke-270, Yogyakarta Siapkan 7 Event Unggulan untuk Dongkrak Wisata

Di samping itu dinkes melalui jejering faskes juga bakal mengoptimalkan pemantauan dan respons cepat terhadap abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. "Sudah ada surat edaran dari Kemenkes. Kami teruskan ke faskes negeri maupun swasta di Kebumen," jelasnya kepada Radar Jogja, Selasa (8/9).

 

Aris menjelaskan, abu vulkanik mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus dan dapat disertai gas vulkanik yang bersifat iritan. Komposisi tingkat bahayanya dapat berbeda pada setiap erupsi sehingga berpotensi menimbulkan dampak dan risiko.

 

Dari sisi kesehatan sebaran abu vulkanik dapat memicu gangguan saluran pernapasan seperti iritasi hidung dan tenggorokan, batuk dan sesak napas.

Baca Juga: Kepala BKN Ingatkan Pemprov DIY Aja Dibaleni Meneh, DPRD DIY Minta Ketua Baperjakat Bicara Terbuka

Paparan abu dari aktivitas gunung berapi tersebut juga dapat memperburuk penyakit asma, bronkitis kronik dan penyakit paru lainnya. Selain itu, abu vulkanik juga dinilai berpotensi menimbulkan gangguan mata dan kulit. "Langkah kesiapsiagaan di faskes sesuai tingkat risiko," kata Agus.

 

Tak hanya itu, dalam upaya penanganan abu vulkanik, Dinkes PPKB Kebumen bakal memastikan ketersediaan tenaga kesehatan (nakes), obat-obatan dan sarana penunjang kesehatan.

Langkah kesiapsiagaan ini termasuk di dalamnya menjamin ketersediaan logisik kesehatan berupa respirator partikulat seperti masker standar dan alat pelindung diri bagi petugas.

Baca Juga: Dinas PUPESDM DIY Bangun Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pengelolaan Kawasan Rawan Longsor

 "Kami ada survailans kesehatan. Analisis dan laporan harian dilakikan rutin barangkali terdapat peningkatan kasus gangguan pernapasan," ucapnya.

 

Kepala Dinkes PPKB Kebumen Iwan Danardono menyatakan, kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah menjadi perhatian pemerintah, sebagaimana tertuang dalam surat edaran Kemenkes terbaru.

 

Di dalam surat itu terdapat berbagai upaya yang perlu dilakukan bersama guna mengurangi dampak risiko sebaran abu vulkanik. "Diharapkan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam melindungi kesehatan masyarakat," terang Iwan dalam surat edaran.

Baca Juga: Polda DIY Operasikan Water Treatment untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

Sementara itu, Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengatakan, sejak meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau beberapa hari terakhir, BPBD belum menerima laporan perihal sebaran abu vulkanik akibat erupsi.

 Kendati demikian, pihaknya terus memantau perkembangan situasi terkini sebagai upaya mitigasi bencana. "Kebumen masih aman. Belum ada laporan soal abu vulkanik," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
aris eko Sulistiyono kebumen Abu Vulkanik gunung anak krakatau dinkes ppkb