KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melakukan eksplorasi air tanah di beberapa titik rawan kekeringan. Upaya ini menjadi bagian dari penanganan bencana kekeringan akibat kemarau panjang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kebumen Bagus Priyanto mengatakan, pemkab terus memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan.
Dia menegaskan, solusi menghadapi kemarau panjang bukan hanya sekadar mengandalkan droping air bersih, tetapi juga dengan mencari sumber air agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga: Marak Keracunan MBG, Gubernur DIY Didesak Ambil Tindakan Mitigasi
"Yang paling penting, penentuan lokasi benar-benar berdasarkan kondisi di lapangan," jelasnya, Kamis (3/9).
BPBD, kata Bagus, telah menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mencari sumber air baru bagi masyarakat. Kolaborasi dilakukan melalui pengecekan dan verifikasi langsung ke titik mata air. Pengecekan dimaksud untuk melihat secara langsung kondisi wilayah rawan terdampak kekeringan.
Terbaru, pada Rabu (2/9) BPBD dan BNPB telah mengecek titik di Desa Tugu, Kecamatan Buayan. Langkah ini sebagai bagian awal dalam penentuan lokasi kajian geolistrik sekaligus rencana pembangunan sumur bor.
Baca Juga: Sebulan Curi Sebelas Lampu Proyek Tol, Pria Asal Gamping Sebabkan Kontraktor Rugi Rp 13 Juta
Jika telah memenuhi syarat, maka proses pembangunan sumur tersebut akan dilaksanakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
"Setiap lokasi masih harus melalui tahapan verifikasi dan penilaian. Tim akan memastikan kondisi wilayah serta potensi sumber air," jelasnya.
Bagus menerangkan, kajian geolistrik menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui kajian ini, potensi keberadaan sumber air bawah tanah dapat menjadi bahan pertimbangan.
Baca Juga: Usai Melepas Atlet Popda Kebumen dengan Bus Engkel, Bupati Lilis Minta Maaf
Yakni, untuk menentukan apakah lokasi memiliki peluang cukup untuk dikembangkan sebagai titik sumber air masyrakat. Selain hal itu tim juga akan menilai melalui data kekeringan serta hasil pertimbangan teknis. "Setelah seluruh proses selesai, hasil verifikasi smenjadi bahan pembahasan dan telaah BNPB," ucapnya.
BPBD Kebumen mencatat, selama periode Agustus 2026 telah dilakukan pendistibusian sebanyak 155 tangki atau setara 695 ribu liter air bersih. Jumlah bantuan air bersih tersebut menjangkau 33.057 jiwa penerima manfaat.
Berdasar rekapitulasi, bantuan air yang dikirim BPBD Kebumen menyasar 30 desa yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Adapun sumber anggaran pengadaan bantuan tersebut berasal dari APBD dan dana sosial berbagai perusahaan. Jika diklasifikasi, hingga akhir Agustus 2026 terdapat 10.043 kepala keluarga atau KK di Kebumen yang menjadi penerima bantuan air bersih. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo