Orang Tua Atlet Protes, Kontingen Popda Kebumen ke Semarang Naik Bus Engkel

Heru Pratomo • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:02 WIB
Bupati Kebumen Lilis Nuyani melepas kontingen atlet Kebumen untuk berangkat menuju area Popda Jawa Tengah Tahun 2026, Selasa (1/9).(Dokumentasi Prokopim Kebumen)
Bupati Kebumen Lilis Nuyani melepas kontingen atlet Kebumen untuk berangkat menuju area Popda Jawa Tengah Tahun 2026, Selasa (1/9).(Dokumentasi Prokopim Kebumen)

 

 

KEBUMEN - Pemberangkatan kontingen atlet Kebumen pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengan tahun 2026 menyisakan persoalan.

Sejumlah wali atlet merasa keberatan karena pemerintah daerah menyediakan fasilitas berupa bus engkel. Angkutan umum itu dipilih sebagai moda transportasi andalan untuk memboyong atlet dari Kebumen ke daerah Semarang.

Penggunaan bus engkel dinilai sangat merendahkan martabat atlet yang akan berjuang mengharumkan nama daerah. Orang tua juga mempertanyakan kenyamanan atlet selama di perjalanan. Apalagi jarak tempuh menuju lokasi popda butuh waktu panjang.

Baca Juga: Musim Kemarau, Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat di DIY: Kasus Terbanyak Terjadi di Gunungkidul

"Dari awal kami dikabari pakai engkel sudah tidak respect. Kasihan anak-anak, sampai Semarang sudah capek dulu," kata seorang wali atlet Wempy Setyabudi, Rabu (2/9).

Kepada Radar Jogja, Wempy mengaku tidak habis pikir dengan perlakuan pemkab yang memberikan fasilitas transportasi yang kurang memadai. Dia khawatir pemberangkatan atlet menggunakan bus engkel akan berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental pemain. "Perjalanan jauh. Kecuali dari Gombong ke Purworejo tidak masalah," ucap wali atlet judo itu.

Wempy menyatakan, orang tua atlet dari cabor judo telah bersepakat tidak mengambil tawaran dari dinas untuk berangkat menggunakan bus engkel. Wali atlet lebih memilih untuk menyewa armada yang memadai agar anak-anak mereka nyaman selama di perjalanan.

Baca Juga: Petani Tebu Gelar Aksi di Monas,Desak Pemerintah Naikkan Harga Gula

 "Akhirnya wali atlet patungan buat sewa kendaraan, pakai Hiace selama tiga hari," bebernya.

Pengamat olahraga Sriyanto mengaku perihatin melihat atlet diberangkatkan menggunakan engkel. Menurut dia, persoalan fasilitas transportasi atlet bukan semata-mata bicara mengenai jenis kendaraan yang digunakan. Namun, lebih kepada bentuk penghargaan sekaligus perhatian pemerintah terhadap atlet yang akan berjuang untuk nama daerah.

Dia berharap ke depan pemerintah daerah melakukan evaluasi. Menurutnya penggunaan engkel kurang ideal karena jarang tempuh menuju lokasi pertandingan cukup jauh.

Baca Juga: Berburu Buku Bekas dan Langka di Pasar Buku Sriwedari Solo

 Dia khawatir perjalanan menggunakan engkel membuat atlet kelelahan sebelum pertandingan. "Bagi saya, sangat tidak layak dan keberatan. Popda itu kan tanggungjawab disdikpora," ucapnya.

Kepala Disdikpora Kebumen Agus Sunaryo menegaskan, pengggunaan engkel untuk moda transportasi atlet menuju lokasi popda bukan sebagai bentuk pembiaran dari pemerintah daerah. Semua telah melalui pertimbangan dengan memperhatikan aksesibilitas.

Dalam pelaksanaannya dinas juga tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan kendaraan. "Komitmen kami memberikan dukungan terbaik buat atlet," jelas Agus.

Baca Juga: Jamu Persita di Laga Perdana, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Menolak Hat-Trick Kalah

Dia mengungkapkan, dipilihnya engkel untuk pemberangkatan atlet karena lokasi pertandingan popda tersebar di berbagai daerah. Yakni, di Semarang, Pati dan Kendal. Khusus di Semarang, terdapat 14 titik pertandingan. Melihat kondisi ini dinas memutuskan menggunakan engkel agar mobilitas atlet lebih efektif.

 Selain itu, penggunaan engkel juga menjadi bagian pemerintah daerah dalam memberdayakan sopir angkutan umum. "Kalau pakai bus besar, tidak memungkinkan distribusi ke venue. Seumpama dipaksakan, risiko terlambat karena bergantian antar jemput atlet," ucapnya.

Agus menyenbut, komposisi kontingen tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu. Di mana, pada tahun 2025 Kabupaten Kebumen hanya mengirim sebanyak 209 orang atlet dan official. Sedangkan tahun 2026, jumlah peserta yang dikirim mencapai 321 orang. Kontingen tersebut terdiri dari 18 cabang olahraga.. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
bus engkel kebumen semarang Atlet Judo Popda Jawa Tengah