PURWOREJO - Perahu nelayan terbalik di perairan Pantai Genjik, Kertojayan, Grabag, Minggu (30/8) pagi. Satu dari tiga nelayan yang berada di dalam perahu meninggal dunia setelah perahu gagal melewati ombak tinggi akibat mesin mengalami kerusakan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 ketika tiga nelayan hendak berangkat melaut menggunakan perahu Sinar Bahari. Saat perahu berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai, mesin tiba-tiba mengalami gangguan. Di saat bersamaan, ombak besar datang menghantam perahu hingga kehilangan kendali dan terbalik.
Baca Juga: Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK, Teguhkan Relevansi Kekhususan Sejarah dan Budaya DIY
Kapolsek Grabag AKP Santoso mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan mesin perahu mengalami kerusakan. Bagian busi pecah sehingga mesin mati saat perahu menghadapi gelombang tinggi. “Perahu gagal melewati ombak tinggi karena mesin perahu mati. Bagian busi pecah,” beber Santoso Senin (31/8).
Kondisi gelombang di perairan pantai selatan saat kejadian juga cukup tinggi. Tiga nelayan menjadi korban dalam insiden tersebut. Dua orang berhasil diselamatkan, sedangkan Tri Waseso, warga Desa Kertojayan, Grabag, sempat hilang setelah perahu terbalik.
Baca Juga: UEFA Siapkan Laporan Pidana terhadap Infantino Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia
Peristiwa tersebut diketahui sejumlah nelayan setempat yang berada di sekitar pantai. Mereka segera menuju lokasi menggunakan perahu untuk memberikan pertolongan.
Tak lama kemudian setelah penyisiran dilakukan, korban ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tri Waseso kemudian dibawa ke Puskesmas Mirit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawanya tidak tertolong. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, korban mengalami gagal napas. “Tidak ditemukan luka kekerasan,” jelas Santoso. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita