Target PAD Purworejo Meleset, Semester I Baru Capai 36 Persen

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:27 WIB
Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati. (M Hafied/Radar Jogja)
Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Capaian pendapatanaslidaerah (PAD) Kabupaten Purworejo pada semester pertama 2026 meleset dari target. Bahkan, sebagian dinas penghasil pendapatan daerah belum mampu menyentuh target 50 persen.

Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati mengungkapkan, realisasi PAD hingga pertengahan tahun tercatat masih jauh dari harapan. Kondisi ini menjadi catatan penting komisi agar dinas terkait lebih serius dalam menggali berbagai sumber pendapatan daerah.

"Target yang kami pasang di OPD penghasil pendapatan itu masih jauh," ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Guru Khawatir Jadi Biang Penyakit, SMPN 2 Karanggayam Diteror Koloni Kelelawar

Dwi menerangkan, dari sekian banyak dinas pengampu pendapatan, bukan berarti seluruhnya meleset dari target. Terdapat dinas dengan kinerja cukup memuaskan. Namun, kembali lagi sebagian besar dinas belum mampu menyentuh target yang ditetapkan.

Ia pun memberikan catatan kepada dua dinas, yaitu Disporapar dan Dishub karena hingga pertengahan tahun capaian PAD paling rendah. 

“Harusnya semester awal sudah mencapai 50 persen. Tapi kenyataan kemarin masih di angka 36 persen," ungkapnya.

Baca Juga: 21 Ribu Warga Jogja Kehilangan PBI-JKN akibat Pergeseran Desil, Pemkot Siapkan Jamkesda

Dwi pun menyoroti aksesibilitas destinasi wisata milik daerah belum tergarap optimal. Ia mencontohkan, seperti GuaSeplawan di Kecamatan Kaligesing yang dirasa perlu mendapat ekstra perhatian. Selain itu, dibutuhkan terobosan atau inovasi agar tempat wisata pelat merah dilirik masyarakat luas, baik skala regional maupun mancanegara.

Komisi III, kata Dwi, tak lepas tangan terkait capaian PAD. Pihaknya selalu rutin melakukan monitoring ke lapangan untuk mencari tahu kendala yang dihadapi dalam pengumpulan pajak dan retribusi.

Selain itu DPRD juga terus berkoordinasi dengan dinas teknis yang membidangi pendapatan daerah. "Contoh parkir, dari dinas ingin target Rp 6 miliar lebih. Dengan perhitungan dan situasi kami minta di angka Rp 7 miliar," jelasnya.

Baca Juga: Di DIY Ada 12 Risiko Bencana, Penyandang Disabilitas Alami Kerentanan Berlapis saat Hadapi Bencana

Ia mengingatkan, dinas teknis segera menentukan langkah melalui akselerasi penerimaan PAD pada semester kedua tahun 2026. Sebab, capaian PAD memiliki arti penting terhadap kemampuan fiskal daerah.

Menurutnya, dinas masih memiliki kesempatan mengejar target PAD sebelum memasuki periode akhir tahun. "Kami di DPRD tentu tidak diam. Pengawasan dan evaluasi akan dilakukan," ucapnya. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
aksesibilitas Target PAD destinasi wisata Meleset Purworejo