Jadikan Gombong Kawasan Sejarah dan Wisata, Pangdam Beri Restu Revitalisasi Benteng Van Der Wijck

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:29 WIB
Penari Tari Cepetan ambil bagian dalam rangkaian pembukaan Kebumen Travel Mart 2026 yang berlangsung di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kamis (27/8). (M Hafied/Radar Jogja)
Penari Tari Cepetan ambil bagian dalam rangkaian pembukaan Kebumen Travel Mart 2026 yang berlangsung di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kamis (27/8). (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Pangdam IV/Diponegoro Meyjen TNI Achiruddin Darojat memberikan restu terhadap upaya revitalisasi Benteng Van Der Wijck di Kecamatan Gombong. Hal ini ditegaskan saat rangkaian pembukaan Kebumen Travel Mart 2026, Kamis (27/8).

Meyjen TNI Achiruddin menyatakan, Kabupaten Kebumen memiliki akar sejarah cukup kuat. Keberadaan bangunan bersejarah seperti Benteng Van Der Wijck menjadi bagian dari perjalanan sejarah itu sendiri.

Dia ingin bangunan benteng yang dibangun pada era 1800-an tersebut ke depan dapat membawa manfaat lebih bagi masyarakat. "Kami berharap dan berkeinginan suatu saat benteng bisa direvitalisasi, sehingga bisa menjadi kebanggan," ucapnya saat sambutan.

Baca Juga: Kenapa Kita Sulit Menolak Tulisan Diskon? Ternyata Otak Punya Alasannya

Dia mengatakan, Benteng Van Der Wijck tercatat sebagai aset TNI AD, sedangkan dari sisi pengelolaan di bawah pengawasan Kodam IV/Diponegoro. Jenderal bintang dua itu sangat mendukung jika benteng tersebut dilakukan upaya penataan dan pengembangan sebagai kawasan bersejarah.

 Artinya, keberadaan Benteng Van Der Wijck bukan hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga memberikan nilai lebih.

Lewat revitalisasi benteng diharapkan dapat memperkuat posisi Kecamatan Gombong sebagai kawasan wisata dan sejarah. Achiruddin juga mengapresiasi gelaran Kebumen Travel Mart yang memilih lokasi di Benteng Van Der Wijck.

Baca Juga: Rilis Lagu Mimpi, Rapper Jogja Bacill Beri Semangat untuk Diri Sendiri dan Semua Orang 

 Dari kegiatan itu masyarakat luas akan mengetahui bahwa Kebumen memiliki bangunan bersejarah yang patut dipertahankan. "Kami membuka ruang supaya bisa mengembangkan benteng ini agar bermanfaat lebih bagi masyarakat," ujarnya.

Ketua Panitia Kebumen Travel Mart 2026 Mohamad Wahid Supriyadi menyampaikan, bukan hal yang mustahil Benteng Van Der Wijck sebagai destinasi favorit bagi masyarakat. Kuncinya tak lain melalui bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha serta elemen lain.

Dia optimis suatu saat benteng tersebut akan menjadi ikon daerah yang dapat dikenal masyarakat luas. "Kami ingin triger, ini satu ikonik. Sangat jarang bangunan benteng segi delapan," jelasnya.

Baca Juga: Kenapa Orang Indonesia Merasa Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi?

Wahid mengatakan, dia tertatik memilih benteng sebagai lokasi kegiatan karena banyak nilai yang dapat diambil. Selain membawa makna historis, konsep penyelenggaraan kegiatan di bangunan benteng juga memberikan nuansa baru.

Dia juga bersyukur agenda yang digelar selama tiga hari itu diikuti sedikitnya 40 pelaku usaha dan 16 jasa perjalanan wisata dari berbagai daerah, termasuk Malaysia.

"Mungkin baru pertama kali ini travel mart di tempat terbuka, ketika saya lihat sejarah benteng luar biasa," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
kebumen travel mart Pangdam IV/Diponegoro Meyjen TNI Achiruddin Darojat Gombong Tari Cepetan benteng van der wijck