PLTS Gajah Mungkur Mulai Dibangun, Diproyeksikan Hasilkan Listrik 218 GWh

Bahana. • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:18 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat hadir dalam Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur digelar bersamaan dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Bali, Selasa (25/8/2026).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat hadir dalam Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur digelar bersamaan dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Bali, Selasa (25/8/2026).

WONOGIRI — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pembangkit berkapasitas 134 megawatt peak (MWp) tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 218 gigawatt hour (GWh) listrik per tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur digelar bersamaan dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Bali, Selasa (25/8/2026).

Sebanyak 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5,2 gigawatt peak (GWp) diluncurkan dalam program tersebut. Salah satunya adalah PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri.

Baca Juga: Bertani Bermodalkan 50 Galon Bekas, Warga Gemblakan Berhasil Kembangkan Urban Farming di Rooftop

Di Wonogiri, kegiatan groundbreaking dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran pemerintah daerah, PT PLN, pengelola sumber daya air, dan pengembang proyek.

“Hari ini kita melakukan groundbreaking terkait dengan PLTS. Di Jawa Tengah ini adalah salah satu PLTS yang terbesar di Wonogiri, dengan kapasitas 134 megawatt peak,” kata Luthfi.

Produksi Listrik Capai 218 GWh per Tahun

PLTS Terapung Gajah Mungkur diproyeksikan menghasilkan sekitar 218 GWh listrik setiap tahun setelah beroperasi. Produksi tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 37 persen kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri dalam setahun.

Luthfi mengatakan investasi pembangunan PLTS tersebut mencapai sekitar Rp1,6 triliun. Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.

Menurut dia, pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Baca Juga: Abadikan Wartawan Udin Jadi Nama Jalan, Bertemu Bupati Bantul, Bagya Ceritakan Keputusan DPRD 1998

Listrik Disalurkan ke Jaringan Interkoneksi Jawa-Madura-Bali

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan listrik yang dihasilkan PLTS Gajah Mungkur nantinya disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt (kV) menuju Gardu Induk Nguntoronadi.

Jarak PLTS menuju gardu induk tersebut sekitar 11,7 kilometer.

Setelah masuk ke jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali, listrik dari PLTS Gajah Mungkur tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di sekitar Waduk Gajah Mungkur.

“Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi,” kata Bramantyo.

Baca Juga: Raperda Kota Layak Anak Segera Disahkan Perda, DPRD Kota Jogja Dorong Kerja Sama Lintas Sektor

Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power Daniel Eliawardhana mengatakan persiapan proyek, termasuk berbagai aspek teknis, tengah dilakukan.

“Secara target waktu sesuai yang disampaikan Pak Gubernur tadi, kita akhir tahun 2027 ini sudah bisa beroperasi setara 134 megawatt peak,” ujarnya.

Panel Surya Menempati Kurang dari 5 Persen Luas Waduk

Pembangunan PLTS Gajah Mungkur dirancang dengan mempertimbangkan kondisi dan fungsi Waduk Gajah Mungkur. Area panel surya direncanakan menempati kurang dari 5 persen dari luas waduk yang mencapai sekitar 5.600 hektare.

Tata letak panel disiapkan dengan memperhitungkan perubahan muka air waduk. Jalur aktivitas masyarakat dan nelayan juga tetap dipertahankan agar pembangunan pembangkit tidak mengganggu kegiatan di kawasan tersebut.

Pada tahap konstruksi, proyek diperkirakan membutuhkan sekitar 150 hingga 250 tenaga pendukung. Tenaga kerja tersebut berpeluang direkrut dari masyarakat lokal melalui kontraktor pelaksana.

PLTS Kedung Ombo dan Karimunjawa Juga Disiapkan

Baca Juga: Sistem Pertanian Modern Banyu Kencono; Berbasis IoT dan AI, Semua Terukur dan Transparan

Pengembangan energi surya di Jawa Tengah tidak hanya dilakukan di Waduk Gajah Mungkur. Pemerintah juga merencanakan pembangunan PLTS di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac.

Selain itu, proyek PLTS berkapasitas sekitar 7,4 MW juga disiapkan di Karimunjawa.

Pengembangan sejumlah proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperbesar porsi energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional.

Bagian dari Program PLTS 100 GWp

Pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah serius mengejar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut. Pemerintah menargetkan kapasitas PLTS sebesar 100 GWp dapat dibangun dalam waktu tiga tahun.

Baca Juga: Berawal dari Warga Bakar Sampah, Lahan Salak 1.000 Meter di Sleman Kebakaran

Menurut Prabowo, pengembangan energi surya menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Program PLTS 100 GWp secara nasional diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$73 miliar atau lebih dari Rp1.140 triliun.

Program tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja serta menghasilkan efisiensi subsidi energi sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

Dengan kapasitas 134 MWp dan target produksi sekitar 218 GWh per tahun, PLTS Terapung Gajah Mungkur menjadi salah satu proyek energi surya penting di Jawa Tengah. Proyek ini diharapkan turut memperkuat pasokan listrik sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.

Editor : Bahana.
PLTS Gajah Mungkur PLTS Terapung wonogiri energi terbarukan pln