MAGELANG - Sebanyak 1.116 lowongan kerja (loker) dibuka di tengah kemeriahan Semarak Gemilang 2026. Menggandeng 12 perusahaan, lowongan pekerjaan yang ditawarkan selama 21-23 hari di Lapangan drh Soepardi, Sawitan berbeda setiap harinya.
Kepala Bidang Penempatan Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Kabupaten Magelang Rina S Nasution mengatakan, dengan begitu, pencari kerja memiliki pilihan posisi dan perusahaan yang lebih beragam selama festival berlangsung. “Perusahaan yang hadir per hari empat perusahaan. Tiap hari perusahaan yang berbeda,” kata Rina Minggu (23/8).
Baca Juga: Pawai Budaya Giwangan Angkat Potensi Warga dan UMKM, Hadirkan Peserta dari 13 RW dan Produk Lokal
Sejumlah perusahaan yang membuka lowongan antara lain FIF Group, BPR Kembang Parama, Lidah Buaya Group, PT Ahwa Internasional Resource, Alfamidi, PT Anugerah Abadi Magelang, PT Permodalan Nasional Madani, PT Indomarco Prismatama, PT Generali Indonesia, PT Java Indo Corpora, dan PT BTPN Syariah.
Bursa kerja tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara langsung. Pengunjung yang datang ke festival dapat memperoleh informasi lowongan sekaligus berkomunikasi langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Selain peluang kerja, Semarak Gemilang 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal. Panitia menyiapkan 84 stan, terdiri atas 59 stan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan, dua stan BUMD dan BDKMP, serta 23 stan khusus UMKM.
Baca Juga: Praperadilan Jadi Bahan Evaluasi Dinar Kripsiaji, Fokus Petakan Kasus Dana Hibah Pariwisata
Aktivitas perdagangan juga didukung 36 lapak pedagang kaki lima (PKL) existing di sekitar lokasi. Lima mobil pelayanan turut disiapkan untuk mendekatkan sejumlah layanan publik kepada masyarakat.
Sementara Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang Wahyu Hernowo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produk sekaligus memperluas pasar.
Produk UMKM dan berbagai produk lokal Kabupaten Magelang ditampilkan melalui pameran dan promosi. Masyarakat juga dapat memanfaatkan pasar murah serta gerakan pangan murah yang digelar selama kegiatan.
Baca Juga: BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan di Empat Wilayah DIY, Kecuali Kota Jogja Masuk Kategori Siaga
“Mulai dari kesenian tradisional, wayang kulit, Borobudur Techno Fest, lomba drumband, Muscoviduck Education, aerobic festival, hingga festival balon udara,” kata Wahyu.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji berharap, Semarak Gemilang 2026 memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat Kabupaten Magelang. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita